Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sehat

Jangan Kalap Saat Buka Puasa, Bahaya Makan Berlebihan dan Batas Aman Kurma

×

Jangan Kalap Saat Buka Puasa, Bahaya Makan Berlebihan dan Batas Aman Kurma

Sebarkan artikel ini
ilustrasi makanan dan kurma saat buka puasa
BUKA PUASA — Ilustrasi hidangan berbuka puasa dengan kurma dan berbagai makanan. Makan berlebihan saat berbuka dapat memicu kram perut, diare hingga naiknya asam lambung. Karena itu, dianjurkan berbuka secara bertahap dan mengonsumsi kurma secukupnya.

JAMLIMA.COM, SEHAT, — Islam menganjurkan umatnya untuk tidak makan berlebihan, baik saat berbuka maupun sahur. Anjuran ini tidak hanya berkaitan dengan adab makan, tetapi juga dengan kesehatan tubuh.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi disebutkan:

“Tidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak bisa, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. At-Tirmidzi).

Anjuran Makan Seimbang

Hadis tersebut menegaskan pentingnya menjaga porsi makan. Setiap orang sebaiknya mengisi perut secukupnya agar tubuh tetap sehat dan nyaman.

Saat berpuasa, lambung beristirahat selama berjam-jam tanpa menerima makanan. Karena itu, ketika berbuka kita tidak boleh langsung memasukkan makanan dalam jumlah besar.

Jika perut tiba-tiba harus mencerna banyak makanan, lambung akan bekerja terlalu keras.

Kondisi ini sering memicu kram perut, diare, hingga naiknya asam lambung atau maag.

Untuk menghindari keluhan tersebut, kita sebaiknya memulai buka puasa dengan porsi kecil terlebih dahulu.

Makanan ringan dan air putih dapat membantu tubuh beradaptasi setelah seharian tidak makan dan minum.

Jeda Untuk Lambung

Selanjutnya, kita dapat melaksanakan shalat magrib terlebih dahulu. Jeda ini memberi waktu bagi lambung untuk mulai menjalankan proses pencernaan secara perlahan setelah lama beristirahat.

Salah satu makanan yang dianjurkan saat berbuka adalah kurma. Buah ini mengandung gula alami yang dapat membantu tubuh memulihkan energi dengan cepat setelah berpuasa.

Namun kita tetap perlu mengontrol jumlahnya. Saat berbuka, sebaiknya kita cukup mengonsumsi sekitar tiga butir kurma.

Kandungan gula alami dalam kurma cukup tinggi sehingga konsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik, terutama bagi penderita diabetes.

Selain itu, kurma juga mengandung serat dalam jumlah tinggi. Jika kita memakannya terlalu banyak dalam waktu singkat, tubuh bisa menerima asupan serat berlebihan. Akibatnya, perut dapat terasa kembung atau bahkan mengalami sembelit.

Nutrisi Tetap Seimbang

Karena itu, kita sebaiknya menyeimbangkan asupan nutrisi dengan mengonsumsi buah lain seperti pisang, apel, atau jeruk.

Buah-buahan tersebut membantu melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh setelah berpuasa.

Selain buah, kita juga perlu mengonsumsi sayuran hijau seperti bayam. Sayuran ini mengandung zat besi yang membantu menjaga stamina sehingga tubuh tetap segar selama menjalankan ibadah puasa.

Dengan menjaga porsi makan dan memilih makanan yang seimbang, kita dapat menjaga kesehatan tubuh sekaligus menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman dan khusyuk.


Example 468x60
Example 300250