Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Bupati Gowa: BMKG Warning! Gowa Berpotensi Bencana Hidrometeorologi, Tinggimoncong Zona Merah

×

Bupati Gowa: BMKG Warning! Gowa Berpotensi Bencana Hidrometeorologi, Tinggimoncong Zona Merah

Sebarkan artikel ini
peringatan dini cuaca ekstrem bmkg di kabupaten gowa akibat curah hujan tinggi

JAMLIMA.COM, GOWA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. Berdasarkan prakiraan resmi BMKG, Kabupaten Gowa masuk kategori curah hujan tinggi.

Kondisi ini meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi.  (Sumber: rilis resmi Humas Pemkab Gowa. Rabu, 14/1/2026)

Merespons peringatan tersebut, Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang memastikan pemerintah daerah siaga penuh menghadapi dampak cuaca ekstrem. Pemkab Gowa menyiapkan langkah antisipasi di seluruh wilayah.

“Pastinya dalam bentuk apa pun kejadian yang terjadi di Kabupaten Gowa akan cepat kami tindak lanjuti. Saya sudah meminta Kepala BPBD Kabupaten Gowa bersama dinas terkait untuk cepat tanggap terhadap hal-hal yang mungkin terjadi,” ujar Bupati Gowa.

Ia menegaskan, kondisi geografis Gowa yang didominasi dataran tinggi membuat wilayah ini rawan longsor. Risiko tersebut meningkat saat intensitas hujan tinggi.

“Kami sudah menyiapkan posko siaga bencana di seluruh desa dan kelurahan. Ini telah kami aktifkan sejak jauh hari,” tambahnya.

Baca juga: ⇒ BMKG Tetapkan Status Awas!, Bupati Gowa Imbau Warga Waspada

Tinggimoncong Zona Merah

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gowa, Wahyudin, menyebut BMKG menetapkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk hampir seluruh kecamatan di Gowa. Hasil pemetaan menunjukkan empat kecamatan berstatus awas, sementara wilayah lainnya berada dalam kategori siaga.

Menindaklanjuti arahan pimpinan daerah, BPBD Gowa mengintensifkan langkah mitigasi. BPBD menyebarluaskan informasi peringatan dini hingga ke tingkat kecamatan, desa, kelurahan, dan masyarakat luas.

“Sebagai langkah mitigasi, kami menyampaikan peringatan dini ini secara menyeluruh agar seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” kata Wahyudin, Selasa (13/1).

BPBD Gowa juga melakukan pemantauan intensif di titik-titik rawan banjir, longsor, dan angin kencang. Posko siaga diaktifkan di kantor BPBD serta di kantor desa dan kelurahan untuk mempercepat koordinasi saat kondisi darurat.

Selain itu, BPBD Gowa menyiapkan logistik dan peralatan tanggap darurat. Peralatan tersebut meliputi kendaraan operasional, truk, mobil pikap, perahu fiber dan karet, life jacket, helm keselamatan, serta kebutuhan pendukung lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wahyudin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas berisiko saat cuaca ekstrem.

“Kami mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah saat hujan lebat atau angin kencang, serta menghindari aktivitas di daerah aliran sungai. Saat ini sudah terdapat korban jiwa akibat beraktivitas di sungai,” tegasnya.

Masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon rawan tumbang dan membersihkan saluran drainase. Warga juga diminta rutin memantau informasi cuaca dari sumber resmi.

“Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diimbau bersiap melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika kondisi memburuk,” lanjutnya.

Terpisah, Camat Tinggimoncong, Andi Aso Mannuntungi Ambarala, menyampaikan pemerintah kecamatan bersama unsur tripika telah mengaktifkan posko siaga bencana. Langkah ini menyusul wilayah Tinggimoncong masuk zona merah atau awas berdasarkan prakiraan BMKG.

“Kami berkoordinasi dengan Polsek dan Koramil setempat untuk membentuk posko siaga bencana. Kami juga menyiapkan sarana dan prasarana pendukung jika terjadi bencana, baik pohon tumbang maupun longsor,” ujarnya.

Ia mengimbau warga yang tinggal di lereng pegunungan sementara berpindah ke lokasi lebih aman, termasuk ke rumah keluarga terdekat.

“Kami juga menyiapkan gedung fasilitas milik pemerintah sebagai lokasi pengungsian jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.

Baca juga: ⇒ Bupati Gowa Tangani Warga Miskin Ekstrem di Pallangga

Example 468x60
Example 300250
Example 728x250