Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

BMKG Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Berbasis AI untuk Mitigasi Bencana

×

BMKG Perkuat Layanan Meteorologi Maritim Berbasis AI untuk Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini
perwakilan bmkg dan cls menandatangani dokumen mms-2 di jakarta kamis 2 april 2026 untuk penguatan sistem cuaca maritim indonesia
BMKG MMS-2 — Perwakilan BMKG dan CLS menandatangani dokumen Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) di Jakarta, Kamis (2/4/2026). Penandatanganan ini menandai penguatan sistem cuaca maritim Indonesia. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, JAKARTABadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama perusahaan teknologi asal Prancis, Collecte Localisation Satellites (CLS), merampungkan Final Detailed Design Documentation (FDDD) Marine Meteorological System Phase 2 (MMS-2) Paket 3 di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Penyelesaian dokumen ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem cuaca maritim nasional sekaligus menandai kesiapan memasuki tahap implementasi dan operasionalisasi.

Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menyatakan pengembangan MMS-2 merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan meteorologi, khususnya di sektor maritim.

“MMS-2 dibangun untuk memperluas cakupan layanan serta mengintegrasikan teknologi big data dan Artificial Intelligence,” ujarnya.


Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Sulsel Sepekan


Prediksi Lebih Akurat dan Mitigasi Bencana

Pengembangan MMS-2 menghadirkan peningkatan signifikan pada sistem observasi cuaca laut melalui pemanfaatan buoy pesisir dan data citra satelit.

Teknologi ini memungkinkan prediksi cuaca maritim menjadi lebih akurat dan memiliki jangkauan waktu lebih panjang, sehingga mendukung keselamatan pelayaran dan pengelolaan sumber daya laut.

Selain itu, sistem ini juga dirancang untuk memperkuat mitigasi risiko bencana hidrometeorologi yang terus meningkat di Indonesia.

Program ini sejalan dengan prioritas nasional 2025–2029 dalam mendukung ekonomi biru dan penguatan ketahanan bencana.


Baca juga: Bupati Gowa: BMKG Warning! Gowa Berpotensi Bencana Hidrometeorologi, Tinggimoncong Zona Merah


Kolaborasi Internasional

Project Director MMS-2 dari CLS, Michel Dejean, menyebut FDDD merupakan hasil kajian teknis komprehensif untuk memastikan keandalan sistem.

“Dokumen ini dirancang agar sistem mampu memonitor kondisi laut dan memitigasi risiko cuaca ekstrem di wilayah maritim Indonesia,” katanya.

BMKG juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prancis, Agence Française de Développement (AFD), dan CLS atas kolaborasi yang telah terjalin.

Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem peringatan dini nasional di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem.


Example 468x60
Example 300250