Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Banjir di Sumatera Tewaskan 174 Orang, Prabowo Subianto Percepat Penanganan

×

Banjir di Sumatera Tewaskan 174 Orang, Prabowo Subianto Percepat Penanganan

Sebarkan artikel ini
Banjir dan tanah longsor di Sumatera. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan data korban terkait bencana banjir dan longor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

BNPB mencatat hingga saat ini 174 orang meninggal dunia dan 79 orang masih hilang.

Kepala BNPB Letjen Suharyanto menyebut korban tewas di Aceh totalnya 35 orang. Lalu masih ada 25 orang yang hilang.

Suharyanto menyebut wilayah terparah di Sumbar adalah Padang Pariaman, Tanah Datar, Solok, dan Kota Padang.

Total ada 3.900 keluarga yang terdampak.

Kemudian, di Sumut total ada 116 korban meninggal dunia dan 42 orang yang hilang.

Suharyanto mengatakan jumlah tersebut merupakan data sementara hingga sore ini.

Dia mengatakan data bisa bertambah seiring proses pencarian yang terus dilakukan.

‘Hingga sore ini, kami mendata untuk seluruh Provinsi Sumatera Utara korban meninggal ada 116 jiwa kemudian 42 jiwa masih dalam pencarian,” ujarnya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) memulai operasi modifikasi cuaca (OMC).
Operasi tersebut berlangsung di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

“Kita juga melakukan operasi modifikasi cuaca. Sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan, sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan. Ini juga dilakukan upaya-upaya semacam ini (selain menangani korban),” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

Ketika berada di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada haru Jumat (28/11/2025).

Menekan Dampak Bencana

Ia menjelaskan, pemerintah menjalankan langkah tersebut sebagai bagian dari upaya menekan dampak bencana di wilayah terdampak.

Menurut dia, Siklon Tropis Senyar penyebab hujan ekstrem di wilayah Sumatera sudah mulai mereda. Kendati begitu, Pratikno meminta warga tetap waspada, apalagi di wilayah utara sudah ada Siklon Tropis Koto.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa BNPB menyelenggarakan operasi modifikasi cuaca sebagai respons terhadap peningkatan risiko bencana hidrometeorologi.
Operasi tersebut berkaitan dengan kejadian banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Operasi lintas kementerian dan lembaga ini berfungsi sebagai dukungan mitigasi dan penanganan darurat dengan tujuan utama mengurangi potensi curah hujan di kawasan rawan bencana melalui rekayasa pengalihan awan hujan ke wilayah yang lebih aman,” kata Abdul Muhari.

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan percepatan penanganan bencana di Sumatera. Pemerintah memberangkatkan empat pesawat membawa bantuan dalam skala besar menuju tiga provinsi terdampak melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (*)

 

Example 468x60
Example 300250