Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

BNPB dan Danantara Bangun Huntara di Aceh, 23.432 KK Ajukan Permohonan

×

BNPB dan Danantara Bangun Huntara di Aceh, 23.432 KK Ajukan Permohonan

Sebarkan artikel ini
Pembangunan hunian sementara (huntara) oleh BNPB dan Danantara untuk warga terdampak bencana di Aceh
HUNTARA - Pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh terus berlangsung. BNPB bersama Danantara mempercepat penyelesaian huntara seiring 23.432 KK mengajukan permohonan hunian sementara. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, ACEH — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Kamis, (1/1/2026), sebanyak 1.050 unit hunian sementara (huntara) telah berdiri untuk warga terdampak bencana di Provinsi Aceh.

BNPB mengerjakan pembangunan huntara bersama TNI dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Kepala BNPB Suharyanto menyebut Danantara membangun 600 unit huntara, sedangkan BNPB membangun 450 unit lainnya.
“Jadi per hari ini, jumlah hunian sementara yang sudah terbangun mencapai 1.050 unit,” ujar Suharyanto saat menyampaikan paparan di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto.

Hasil pendataan sementara menunjukkan 61.795 rumah di Aceh mengalami rusak berat. Dari jumlah tersebut, 23.432 kepala keluarga mengajukan permohonan hunian sementara.

Baca juga: ⇒ https://jamlima.com/jk-tinjau-lokasi-banjir-di-padang-dorong-pemanfaatan-kayu-sisa-banjir-untuk-warga/

Namun, sebagian warga terdampak memilih tidak menempati huntara terpusat. BNPB mencatat 11.414 kepala keluarga tinggal bersama kerabat atau keluarga.

Untuk kelompok tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan sewa rumah sebesar Rp600 ribu per KK per bulan selama tiga bulan, yakni Desember, Januari, dan Februari.

“Kami sudah menyalurkan bantuan sewa rumah itu dua hari lalu,” kata Suharyanto.
Selain huntara terpusat, BNPB menyediakan skema hunian sementara mandiri. Melalui skema ini, BNPB membangun tempat tinggal sementara secara terpencar di lokasi warga yang rumahnya rusak berat.

“Kami juga melayani skema ini dan sudah memulai pembangunannya,” ujarnya.
Terkait infrastruktur pendukung seperti jembatan gantung, BNPB menanggung seluruh pembiayaan melalui anggaran pemerintah. BNPB lebih dulu melaksanakan pekerjaan, lalu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit sebelum Kementerian Keuangan memproses penagihan.
“Sejauh ini pelaksanaannya berjalan baik dan tidak ada kendala,” tegasnya.

BNPB memastikan penanganan hunian sementara dan persiapan hunian tetap terus berjalan seiring pendataan lanjutan serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait.

Baca juga: ⇒ https://jamlima.com/bencana-sumatera-bantuan-hunian-dana-tunggu-hunian/

Example 468x60
Example 300250