Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahNasional

Swasembada Pangan Nasional, Bupati Bantaeng Tekankan Peran Strategis Petani

×

Swasembada Pangan Nasional, Bupati Bantaeng Tekankan Peran Strategis Petani

Sebarkan artikel ini
bupati bantaeng tekankan peran petani pada tasyakuran swasembada pangan nasional di bissappu
SWASEMBADA PANGAN — Bupati Bantaeng tekankan peran petani saat memberikan sambutan pada kegiatan Tasyakuran Swasembada Pangan Nasional di Aula Kantor Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, Rabu (7/1/2026). (foto/ist)

JAMLIMA.COM, BANTAENG — Bupati Bantaeng Muh. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri Tasyakuran Swasembada Pangan yang berlangsung luring dan daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini digelar di Aula Kantor Desa Bonto Cinde, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Rabu (7/1/2026).

Pemerintah pusat memasukkan kegiatan tersebut dalam program strategis nasional. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginisiasi program ini untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Bantaeng menegaskan swasembada pangan sebagai prioritas nasional. Ia menyatakan pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

“Program swasembada pangan ini adalah program pemerintah pusat yang sangat diprioritaskan oleh Presiden Republik Indonesia. Presiden RI selalu menekankan pentingnya sektor pertanian, di mana petani memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” ujar Fathul Fauzy Nurdin.

Harga Gabah Rp6.500 Per Kilogram

Selanjutnya, Bupati Bantaeng menjelaskan manfaat kebijakan pemerintah pusat yang petani rasakan secara langsung. Pemerintah mengoptimalkan lahan pertanian dan menetapkan harga gabah Rp6.500 per kilogram.

Jajaran TNI melalui Dandim dan Kodim mengawal kebijakan harga tersebut. Pengawalan ini menjaga harga gabah tetap sesuai ketentuan pemerintah.

Selain itu, Bupati Bantaeng memaparkan perkembangan ketersediaan pupuk. Setelah menjadi keluhan pada 2023–2024, kondisi pupuk pada 2025 kini berangsur membaik bagi petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Insyaallah, bagi petani yang sudah terdata dalam RDKK, jatah pupuknya tersedia. Sementara bagi yang belum terdata, pemerintah terus mengupayakan pendataan agar seluruh petani dapat terakomodir,” jelasnya.

Presiden Republik Indonesia juga menetapkan kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen. Kebijakan ini meringankan beban produksi dan mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Dandim 1410 Bantaeng Muh. Husni Hidayat Muchlis menyampaikan laporan terkait penyerapan beras SPHP. Babinsa dan personel Kodim menyerap beras tersebut langsung kepada masyarakat.

Langkah ini menjaga stabilitas harga. Selain itu, langkah ini memastikan kesesuaian harga dengan ketentuan Bulog.

Ia juga menyampaikan rencana pembangunan Koperasi Merah Putih oleh pemerintah pusat. Pemerintah berharap koperasi ini bersinergi dengan kelompok tani sebagai tempat penyimpanan dan penyaluran hasil pertanian.

“Harapannya, seluruh program ini dapat saling terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujarnya.

Kegiatan tasyakuran ini memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah. TNI-Polri serta para petani ikut menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional, khususnya di Kabupaten Bantaeng.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1410 Bantaeng Letkol Arh. Muh. Husni Hidayat Muchlis, Kasat Binmas Polres Bantaeng AKP Agus Salim mewakili Kapolres Bantaeng, Kepala Dinas Pertanian Mahyudin, Camat Bissappu Sitti Juhaedah, Kepala Desa Bonto Cinde Mantasari, serta kelompok tani se-Kabupaten Bantaeng.

Baca juga: ⇒ Bupati Uji Nurdin Tinjau Kultur Jaringan Benih Kentang, Bantaeng Siap Jadi Sentra Benih

Example 468x60
Example 300250
Example 728x250