Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim Apresiasi Program Petani Kakao

×

Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim Apresiasi Program Petani Kakao

Sebarkan artikel ini
bupati luwu utara andi abdullah rahim menghadiri kegiatan program kakao di luwu utara
PERLINDUNGAN ANAK — Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menghadiri kegiatan evaluasi program kakao di Luwu Utara, 2026. Program kolaborasi ini perkuat PATBM dan pemberdayaan perempuan. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, LUWU UTARA — Kabupaten Luwu Utara mencatat capaian penting dalam pemenuhan hak anak dan pemberdayaan ekonomi keluarga petani kakao sejak tahun 2021.

Kolaborasi multipihak memperkuat perlindungan anak sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga di desa-desa intervensi.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengapresiasi program yang telah berjalan selama lima tahun tersebut.

Ia menilai dapat menghasilkan capaian konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Di Luwu Utara ini punya masalah yang besar dengan kemiskinan yang harus diselesaikan. Ini bisa diadopsi menjadi model dalam penyelesaian kemiskinan. Kami harap, baik MARS, Save the Children maupun Wallacea untuk terus berkomunikasi dengan PATBM yang sudah terbentuk ini,” ucapnya.


Baca juga: Akselerasi UMKM Perempuan, Wallacea–TP PKK Lutra Dorong Ekonomi Berbasis Desa


Sinergi Perlindungan Anak

Sejak tahun 2021, Save the Children Indonesia bersama Perkumpulan Wallacea menjalankan program Responsible Cocoa Farming dengan dukungan MARS.

Program ini memperkuat sistem perlindungan anak berbasis komunitas dan mencegah keterlibatan anak dalam pekerjaan berbahaya.

Hasilnya, terbentuk 20 kelompok Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di desa intervensi yang aktif menangani dan mencegah kasus kekerasan terhadap anak.

Pemerintah Kabupaten Luwu Utara kemudian berkolaborasi dengan para champion PATBM untuk mengaktivasi 40 PATBM tambahan di luar wilayah program melalui pendanaan kabupaten dan desa.

Pemerintah daerah juga memformalkan Forum Koordinasi PATBM tingkat kabupaten melalui SK Bupati Luwu Utara tahun 2026.

Forum ini menjadi wadah optimalisasi peran PATBM dan partisipasi masyarakat dalam perlindungan anak di tingkat desa.


Baca juga: Hibah Bus Sekolah Kemenhub, Luwu Utara Perkuat Akses Pelajar


Dampak Program GrowHer

Sejalan dengan itu, program GrowHer mulai jalan pada tahun 2022 dengan dukungan GIZ, Grow Asia, dan PISS Agro.

Program ini meningkatkan kapasitas perempuan dalam pengambilan keputusan, literasi keuangan, serta pengembangan usaha.

Hingga 2026, sebanyak 92 Kelompok Simpan Pinjam Desa atau Village Saving and Loan Association (VSLA) terbentuk di 29 desa dengan total simpanan mencapai Rp3,6 miliar.

Dana tersebut dapat bermafaat sebagai modal perkebunan, biaya pendidikan anak, dan pengembangan usaha mandiri.

“Perlindungan anak yang berkelanjutan berakar pada keluarga yang tangguh. Melalui penguatan kapasitas perempuan dalam pengambilan keputusan, literasi keuangan, serta pengembangan usaha, kita tidak hanya sedang menghentikan praktik pekerja anak, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan generasi yang lebih sejahtera,” ungkap Senior Manager Agriculture Portofolio Lead Save the Children Indonesia, Ihwana Mustafa.

Linda Sari dari VSLA Macan Desa Rompu merasakan langsung dampaknya.

“Dulu saya mungkin hanya diam, tetapi melalui VSLA, saya menemukan keberanian untuk berbicara. Kini, suara saya tidak hanya terdengar di rumah, tetapi juga bergema di rapat-rapat desa untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Linda Sari.


Baca juga: Luwu Utara Gaet 80,96 Persen APBN untuk Infrastruktur


Efek Hasil GAP

Peserta program juga mempelajari Good Agricultural Practice (GAP) agar mampu memberi masukan strategis terkait pemupukan dan pemangkasan pohon kakao.

Pada tahap pengembangan usaha, merintis 38 kelompok usaha, mulai pembibitan kakao hingga produksi gula aren cair dan minyak kelapa murni.

Pemerintah desa menyediakan lahan produksi, sementara pemerintah daerah memfasilitasi perizinan usaha.

Kelompok bisnis Asoka bahkan menerima hibah peralatan produksi sekitar Rp30 juta dari pemerintah provinsi.

Bupati Andi Abdullah Rahim meminta OPD terkait mengadopsi pendekatan Wallacea dan Save the Children atas dukungan MARS dan Grow Asia.

Ia menilai program tersebut melahirkan 100 champion dan 90 VSLA dengan penguatan melalui program Dinas Sosial dan DPMD.

“Dengan Chanpion 100 orang, 90 VSLA, maka Dinas Sosial, dan DPMD ini bisa buat sebuah program nanti untuk turun ke masyarakat. Kalau perlu kita SK-kan juga dalam bentuk program yang kita adopsi sendiri menjadi program yang dibiayai APBD,” tutup Bupati.


Example 468x60
Example 300250