Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Satu Tahun Pimpin Takalar Bupati, Daeng Manye Catat Penurunan Kemiskinan Signifikan

×

Satu Tahun Pimpin Takalar Bupati, Daeng Manye Catat Penurunan Kemiskinan Signifikan

Sebarkan artikel ini
bupati takalar daeng manye memaparkan capaian pembangunan daerah di kabupaten takalar 2025
1 TAHUN BUPATI TAKALAR — Bupati Takalar Daeng Manye memaparkan capaian pembangunan daerah di Kabupaten Takalar, 2025. Indikator kemiskinan, IPM, dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, TAKALAR — Satu tahun kepemimpinan Bupati Takalar, Daeng Manye, mencatatkan kinerja positif dan terukur di Kabupaten Takalar.

Sejumlah indikator makro pembangunan periode 2024–2025 menunjukkan perbaikan signifikan di berbagai sektor strategis.

Bupati Takalar, Daeng Manye, menegaskan capaian tersebut lahir dari kerja kolaboratif seluruh elemen daerah.

Serta kebijakan yang fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan perlindungan sosial tepat sasaran.

“Alhamdulillah, capaian ini adalah hasil kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, petani, nelayan, serta seluruh masyarakat Takalar. Kami berkomitmen memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” ujar Daeng Manye.

Indikator Makro Membaik

Data resmi Badan Pusat Statistik Kabupaten Takalar mencatat angka kemiskinan turun dari 7,75% pada 2024 menjadi 7,27% pada 2025.

Tingkat Pengangguran Terbuka juga menurun dari 3,84% menjadi 3,76%.

Ketimpangan pendapatan atau Gini Rasio membaik dari 0,385 menjadi 0,34 pada 2025.

Perubahan ini mencerminkan distribusi pendapatan yang semakin merata dan meningkatnya kesempatan kerja di daerah.

Kualitas hidup masyarakat ikut meningkat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 72,06 pada 2024 menjadi 72,79 pada 2025.

Angka Harapan Hidup bertambah dari 73,69 tahun menjadi 74,08 tahun.

Harapan Lama Sekolah mencapai 12,62 tahun. Rata-rata Lama Sekolah meningkat menjadi 7,84 tahun.

Capaian tersebut memperlihatkan kemajuan konsisten di sektor pendidikan dan kesehatan.

Di sisi daya beli, pengeluaran riil per kapita masyarakat meningkat dari Rp11,67 juta pada 2024 menjadi Rp12,01 juta pada 2025.

Sektor pertanian mencatat lonjakan produksi padi sebesar 18,52%, dari 115,61 ribu ton menjadi 137,01 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG).

Peningkatan ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Kenaikan produksi sektor unggulan dan menguatnya daya beli masyarakat mendorong capaian tersebut.

“Kerja nyata harus menghadirkan hasil yang terasa. Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan. Takalar harus tumbuh maju, inklusif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Takalar kini memfokuskan pembangunan pada penguatan sektor pertanian, UMKM, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Arah kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut menjadi fondasi lanjutan bagi Kabupaten Takalar untuk mempertahankan tren positif menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.


Example 468x60
Example 300250