Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Lokal

Dialog Terbuka Calon Rektor Unhas 2026–2030: Mahasiswa Sampaikan Aspirasi dan Harapan

×

Dialog Terbuka Calon Rektor Unhas 2026–2030: Mahasiswa Sampaikan Aspirasi dan Harapan

Sebarkan artikel ini
Gedung Unhas, Makassar, Sulawesi Selatan. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar dialog terbuka calon rektor periode 2026–2030 yang dihadiri tiga calon terpilih. Kegiatan ini berlangsung di Arsyad Rasjid Lecture Theater, Kampus Tamalanrea, mulai pukul 16.00 WITA, Kamis (18/12/2025).

Pada kesempatan tersebut, dialog terbuka ini diinisiasi oleh perwakilan Lembaga Mahasiswa Fakultas di lingkup Universitas Hasanuddin. Melalui forum ini, mahasiswa membuka ruang komunikasi langsung dengan calon pimpinan universitas. Selain itu, kegiatan ini bertujuan menyerap aspirasi serta memperkuat partisipasi mahasiswa dalam proses pemilihan rektor.

Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan pandangan, harapan, dan gagasan terkait arah pengembangan Universitas Hasanuddin ke depan. Dalam forum tersebut, diskusi berlangsung dinamis. Bahkan, peserta dari berbagai fakultas aktif menyampaikan pendapat dan masukan.

Menanggapi hal tersebut, ketiga calon rektor memaparkan visi dan komitmennya. Secara umum, mereka sepakat mendorong Unhas menjadi perguruan tinggi berkelas dunia. Namun demikian, para calon tetap menekankan pentingnya nilai akademik dan kebudayaan sebagai landasan utama.

Visi Calon Rektor Unhas

Pertama, calon rektor yang juga Rektor Unhas saat ini, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., menyampaikan bahwa Unhas telah menempati posisi strategis di tingkat nasional dan internasional. Oleh karena itu, ia menilai tantangan ke depan adalah menjaga sekaligus meningkatkan capaian tersebut.

Untuk itu, Jamaluddin Jompa menekankan penguatan budaya ilmiah dan peningkatan kapasitas akademik sivitas akademika secara berkelanjutan. Dengan langkah tersebut, Unhas diharapkan mampu mempertahankan daya saingnya.

Sementara itu, calon rektor lainnya, Prof. Dr. Sukardi Weda, menyoroti pentingnya ruang kebebasan bagi mahasiswa dalam berkegiatan. Menurutnya, kampus perlu memfasilitasi aktivitas kemahasiswaan. Meski begitu, kegiatan tersebut tetap harus berada dalam koridor akademik dan etika kampus.

Di sisi lain, Prof. Budu menekankan pentingnya peningkatan reputasi global Universitas Hasanuddin. Namun, ia mengingatkan bahwa reputasi internasional harus berjalan seiring dengan penguatan atmosfer akademik di dalam kampus. Dengan demikian, kualitas pembelajaran, riset, dan visibilitas akademik menjadi faktor utama.

Harapan Mahasiswa

Pada akhirnya, melalui dialog ini, sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Hasanuddin berharap aspirasi mahasiswa dapat menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan dan arah kepemimpinan Unhas ke depan.

Dengan adanya forum ini, mahasiswa menunjukkan komitmen untuk terlibat aktif dalam tata kelola universitas. Ke depan, mereka mendorong Unhas tetap inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kemajuan bersama.

Baca juga:

⇒⇒  https://jamlima.com/pastikan-data-pemilih-tetap-valid-dan-akurat-bawaslu-sinjai-adakan-rakor-pdpb/

Example 468x60
Example 300250