Scroll untuk baca artikel
Enter

Ditunding Resmikan Bandara “siluman” di Morowali, Jokowi Angkat Bicara

×

Ditunding Resmikan Bandara “siluman” di Morowali, Jokowi Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
Presiden Ketujuh RI Joko Widodo, (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MOROWALI — Ketika ditunding meresmikan Bandara “siluman” soal milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Presiden Ketujuh RI Joko Widodo angkat bicara.

Dengan santai mengatakan bahwa dirinya tidak pernah meresmikan bandara milik perusahaan pengelola kawasan industri berbasis nikel tersebut.

“Saya enggak pernah meresmikan bandara IMIP di Morowali. Enggak pernah,” kata Jokowi, Jumat (28/11/2025).

Jokowi mengaku pernah meresmikan di daerah ini, tapi Bandara Maleo atau dikenal juga dengan sebutan Bandara Morowali.

Bandara Maleo dibangun Pemerintah sejak tahun 2007 dan diresmikan Jokowi Desember 2018.

“Seingat saya, yang saya resmikan adalah Bandara Maleo di Morowali. Itu yang membangun Pemerintah,” ujarnya dengan santau

Bandara khusus PT IMIP menjadi polemik di masyarakat setelah Menteri Pertahanan Sjarfie Sjamsoeddin menyoroti tidak adanya perangkat negara terlibat di dalamnya.

Hal yang dimaksud Sjarfie Syamsuddin adalah tidak adanya petugas imigrasi dan bea cukai di bandara tersebut.

Bahkan menurutnya, keberadaan bandara itu membuat kedaulatan ekonomi RI menjadi rawan.

“Ini anomali, bandara tapi tak memiliki perangkat negara dalam bandara ada celah yang membuat rawan kedaulatan ekonomi,” ujarnya.

Sjafrie menyampaikan pernyataan itu usai menyaksikan Latihan Terintegrasi 2025 yang digelar oleh TNI dan perangkat lainnya di Morowali, Sulawesi Tengah Kamis (20/11/2025).

Polimik kemudian muncul ketika sebagian pihak mengaitkan bandara swasta milik PT IMIP tersebut pernah diresmikan Mantan Presiden Jokowi.

Jokowi mengaku sudah biasa disudutkan dengan berbagai berita negatif yang beredar di masyarakat.

“Ya, semua hal yang enggak baik, kan, ditariknya ke saya,” kata Jokowi sambil tersenyum.

Dari pihak PT IMIP melalui Head of Media Relations

Dedi Kurniawan telah memberikan pernyataan, bandara tersebut secara resmi terdaftar di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang pengelolaannya diatur UU No 1/2009 tentang Penerbangan. (*)