Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Gegara Drone WNA China Menyerang TNI, 26 Orang Telah Diamankan

×

Gegara Drone WNA China Menyerang TNI, 26 Orang Telah Diamankan

Sebarkan artikel ini
(foto/thread jamlima.co)

JAMLIMA.COM, JAMBI — Kejadian ini bermula ketika prajurit Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 6/SD menerima laporan dari petugas keamanan PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM) mengenai keberadaan sebuah drone di area latihan.Pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) membenarkan adanya insiden penyerangan yang diduga dilakukan oleh 15 warga negara asing (WNA) asal Beijing, China, terhadap prajurit TNI dari Batalyon Zipur 6/SD.

Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (disingkat Yonzipur 6/SD) merupakan Satuan Bantuan Tempur (Satbanpur) organik di bawah kendali Kodam XII/Tanjungpura.

Menurut Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XII/Tanjungpura Kolonel Inf Eko Wardono, kejadian itu berlangsung pada Sabtu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 15.40 WIB di area PT SRM, Kabupaten Ketapang.

Insiden terjadi saat empat prajurit TNI tengah melaksanakan Latihan Dalam Satuan di areal milik PT SRM. PT SRM adalah sebuah perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Kalimantan Barat

Menurut Eko, peristiwa bermula ketika prajurit Batalyon Zipur 6/SD menerima laporan dari petugas keamanan PT SRM mengenai keberadaan sebuah drone yang terbang di sekitar area latihan. Prajurit kemudian melakukan pengejaran dan mendatangi lokasi pengoperasian drone tersebut.

“Selanjutnya anggota melakukan pengejaran serta mendatangi lokasi orang yang mengoperasional drone, ternyata drone tersebut dioperasionalkan empat orang WNA asal Beijing,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (16/12/2025).

Prajurit kemudian memintai keterangan Keempat WNA asal Bejing tersebut, namun, situasi tiba-tiba memanas setelah 11 WNA lainnya muncul dan melakukan penyerangan terhadap anggota TNI.

Dugaan sementara para pelaku menggunakan senjata tajam antara lain parang, airsoft gun, dan satu unit alat setrum.

Baca juga: https://jamlima.com/kronologis-gugurnya-3-prajurit-tni-saat-evakuasi-korban-bencana-sumut/

“Menghadapi kondisi yang tidak berimbang, prajurit mengambil langkah taktis dengan menghindari eskalasi konflik dan bergerak kembali ke area perusahaan untuk mengamankan situasi serta melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan,” jelasnya.

Hingga saat ini Kodam XII/Tanjungpura dan Polres Ketapang sedang menyelidiki motif di balik penyerangan brutal tersebut.

Kantor Imigrasi Ketapang mengonfirmasi bahwa 15 WNA tersebut merupakan pemegang KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) dengan sponsor PT SRM.

Kerugian materil insiden ini berupa kerusakan berat pada satu unit mobil perusahaan jenis Hilux dan satu unit sepeda motor Vario milik karyawan PT SRM.

Sementara itu, Direktur Utama PT SRM sempat mengeluarkan pernyataan membantah adanya penyerangan terhadap TNI dan perusakan mobil, meskipun bukti di lapangan dan keterangan TNI menyatakan sebaliknya.

Sebanyak 26 WNA China telah diamankan dan diperiksa lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Perlu diketahui, satuan Zeni Tempur, Yonzipur 6/SD bertugas menyelenggarakan bantuan zeni terhadap satuan tempur lainnya, baik dalam bentuk konstruksi, penghancuran, maupun penjinakan bahan peledak (Jihandak) guna mendukung tugas pokok Kodam XII/Tanjungpura di wilayah perbatasan dan sekitarnya. (*)

Example 468x60
Example 300250