Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Geopark Maros–Pangkep Tancap Gas Jelang Revalidasi UNESCO, Kesiapan Tembus 100 Persen

×

Geopark Maros–Pangkep Tancap Gas Jelang Revalidasi UNESCO, Kesiapan Tembus 100 Persen

Sebarkan artikel ini
panorama karst geopark maros pangkep dari udara dengan tebing batu kapur dan hamparan sawah hijau
REVALIDASI — Bentang alam karst Geopark Maros–Pangkep terlihat dari udara. Dokumen revalidasi telah rampung, dukungan pemerintah menguat, serta pengelolaan wisata berbasis konservasi menjadi modal utama menghadapi penilaian dan revalidasi UNESCO Global Geopark pada Juli 2026. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MAROS–PANGKEP — Pengelola Geopark Maros–Pangkep menyatakan siap menghadapi penilaian dan revalidasi UNESCO Global Geopark.

Penilaian dijadwalkan berlangsung Juli 2026.

Seluruh dokumen administrasi telah dirampungkan dan dikirim ke Komite Nasional Geopark Indonesia sebagai syarat evaluasi.

General Manager Badan Pengelola, Dedy Irfan Bachri, menjelaskan kesiapan administratif telah mencapai 100 persen.

Sementara kesiapan fisik di lapangan sekitar 80 persen. Karena itu, Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep dipastikan terlibat penuh menyambut tim asesor.

Selain persiapan teknis, dukungan pusat juga menguat. Dedy mengapresiasi kunjungan Raja Juli Antoni ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Karena dinilai mempererat kolaborasi konservasi kawasan karst.


Baca juga: Fenomena Ondel-Ondel, Dari Nilai Sakral Hingga Jadi Alat Ngamen


Di tingkat daerah, Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam menyebut persiapan telah dimulai sejak awal, mulai dari perencanaan, koordinasi lintas lembaga, hingga penganggaran.

Dana khusus disiapkan untuk menyambut tim revalidasi pada Juni–Juli 2026.

Rapat teknis juga digelar bersama Bappeda Provinsi Sulawesi Selatan dan pengurus geopark guna memetakan kebutuhan lapangan.

Sementara itu, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau menegaskan pengembangan pariwisata harus tetap berkelanjutan.

Termasuk menjaga hutan dan geologi, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Revalidasi UNESCO sendiri merupakan evaluasi berkala untuk memastikan standar pelestarian geologi, budaya.

Termasuk pemberdayaan warga tetap terjaga. Pemerintah daerah menargetkan status Global Geopark dapat dipertahankan.

Potensi Kawasan

Sebagai penopang target tersebut, geopark ini menjadi kawasan strategis wisata alam dan petualangan di Sulawesi Selatan.

Berlokasi sekitar 35 menit dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Dengan luas 43 ribu hektar, Maros–Pangkep tercatat sebagai satu dari 15 geopark nasional di Indonesia dan satu-satunya di Pulau Sulawesi.

Bentang alam karstnya disebut terbesar kedua di dunia setelah China Selatan.

Kawasan ini juga menyimpan ratusan gua prasejarah dengan lukisan berusia sekitar 40 ribu tahun.

Dan juga habitat jutaan kupu-kupu yang membuatnya dijuluki Kingdom of Butterfly, dengan 20 spesies dilindungi pemerintah (PP No.7/1999).

Selain konservasi, pengelola mengembangkan konsep geosite, biological site, dan cultural site berbasis pariwisata berkelanjutan.


Destinasi unggulan

  • Desa Wisata Rammang-Rammang
  • Sungai Pute
  • Air Terjun Lacolla
  • Pulau Kapoposang

Dokumen lengkap, dukungan pemerintah kuat, dan pengelolaan wisata berbasis konservasi menjadi modal utama Maros–Pangkep menghadapi penilaian Unisco 2026 sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi alam unggulan Sulawesi Selatan.


Baca juga:

Example 468x60
Example 300250