Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Prevalensi Stunting Terendah di Sulsel, Gowa Raih Dua Penghargaan

×

Prevalensi Stunting Terendah di Sulsel, Gowa Raih Dua Penghargaan

Sebarkan artikel ini
penurunan stunting gowa raih penghargaan provinsi sulawesi selatan
PENGHARGAAN - Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin, menyerahkan piagam penghargaan kepada Kabupaten Gowa pada Diseminasi Hasil Akhir Program Aksi Stop Stunting 2025 tingkat Provinsi.

JAMLIMA.COM, GOWA — Kabupaten Gowa meraih dua penghargaan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan atas keberhasilan menurunkan angka stunting. Pemerintah provinsi menobatkan Gowa sebagai Peringkat I Kabupaten dengan Progres Penurunan Stunting Terbaik dan Peringkat III Kabupaten dengan Pelaksanaan Inovasi Aksi Stop Stunting Terbaik.

Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Penurunan Stunting di Gowa

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan penghargaan tersebut dalam kegiatan Diseminasi Hasil Akhir Program Aksi Stop Stunting Tahun 2025 di Hotel Unhas Makassar, Rabu (24/12). Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, dr. Evi Mustikawati Arifin, menyerahkan langsung penghargaan itu kepada perwakilan Pemerintah Kabupaten Gowa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg. Abd Haris, mengatakan capaian tersebut lahir dari kerja kolaboratif lintas sektor. Pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak untuk menekan angka stunting secara berkelanjutan di Kabupaten Gowa.

Menurut Abd Haris, Pemerintah Kabupaten Gowa menyesuaikan upaya penurunan stunting dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021. Pemerintah daerah menjalankan intervensi spesifik dan sensitif serta memperkuat peran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di seluruh tingkatan.

“Dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, Kabupaten Gowa mencatat progres penurunan stunting terbaik. Angka prevalensi stunting turun dari 21,1 persen menjadi 17 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024,” ujar Abd Haris.

Selain itu, Kabupaten Gowa meraih Peringkat III Kategori Inovasi Aksi Stop Stunting Terbaik. Pemerintah daerah berhasil menjalankan program Aksi Stop Stunting (ASS) yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Baca juga: https://jamlima.com/jadi-agenda-prioritas-tiga-tahun-terakhir-prevelensi-stunting-gowa-turun-signifikan/

Melalui program tersebut, setiap kabupaten dan kota menetapkan 21 desa lokus. Program ASS menyasar 30 balita dan dua ibu hamil di setiap desa sebagai target intervensi.

Pemerintah daerah memperkuat pelaksanaan ASS dengan menempatkan Pendamping Gizi Desa yang direkrut secara khusus. Selain itu, pemerintah melibatkan kader pendamping serta Tim Penggerak PKK. Intervensi berlangsung melalui pemberian makanan tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil bermasalah gizi, disertai pendampingan berkelanjutan di tingkat desa.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Gowa menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 14 persen. Pemerintah daerah akan meningkatkan kualitas layanan melalui intervensi spesifik dan sensitif sekaligus mencegah munculnya kasus stunting baru.

“Pemerintah fokus melakukan pencegahan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Periode ini menjadi kunci utama dalam mencegah stunting,” kata Abd Haris.

 

Example 468x60
Example 300250