Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
EnterNasional

Kasus Anak SD Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan, Polisi Fokus Pendalaman Psikologis

×

Kasus Anak SD Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan, Polisi Fokus Pendalaman Psikologis

Sebarkan artikel ini
(foto/ilustrasi)

JAMLIMA.COM — Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan yang melibatkan seorang anak sekolah dasar (SD) terhadap ibu kandungnya di Kota Medan, Sumatera Utara.

Hingga Senin, 22 Desember 2025, kepolisian menangani perkara tersebut dengan mengedepankan prinsip perlindungan anak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Peristiwa tragis ini terjadi di wilayah Kecamatan Medan Sunggal. Warga menemukan korban, seorang perempuan berusia 42 tahun, meninggal dunia di dalam rumah dengan sejumlah luka akibat senjata tajam.

Anak korban yang berusia sekitar 12 tahun dan masih duduk di bangku kelas VI SD diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Saat ini, pihak berwenang melakukan pendampingan terhadap anak tersebut.

Kronologi dan Pendalaman Penanganan Kasus

Berdasarkan informasi yang dihimpun, keluarga dan warga sekitar pertama kali mengetahui peristiwa tersebut. Mereka kemudian melaporkannya kepada aparat kepolisian.

Petugas Polrestabes Medan segera mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Karena terduga pelaku masih di bawah umur, aparat menjalankan proses pemeriksaan secara tertutup. Petugas perlindungan anak dan tenaga psikolog turut mendampingi pemeriksaan tersebut.

Hingga saat ini, kepolisian belum mengungkap motif pasti peristiwa tersebut. Aparat masih mendalami latar belakang kejadian secara menyeluruh.

Sejumlah saksi telah memberikan keterangan untuk membantu polisi mengungkap kondisi keluarga dan lingkungan terdekat anak.

Polisi menegaskan bahwa mereka menempatkan kondisi psikologis anak sebagai perhatian utama. Aparat menangani kasus ini tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari aspek pemulihan.

Petugas menerapkan pendekatan rehabilitatif yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak sesuai prinsip perlindungan anak.

Baca juga: https://jamlima.com/mobil-pengangkut-makanan-mbg-makan-korban/

Sejumlah lembaga pemerhati perlindungan anak memberikan perhatian terhadap kasus ini. Komisi Perlindungan Anak Indonesia turut menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan.

Para pemerhati menilai pendampingan psikologis jangka panjang penting untuk membantu pemulihan mental anak serta mencegah dampak trauma berkepanjangan.

Aparat mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan identitas, foto, atau informasi pribadi anak di media sosial. Tindakan tersebut dapat melanggar hak anak dan memperburuk kondisi psikologisnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu diskusi luas. Masyarakat kembali membahas isu kesehatan mental anak, pola pengasuhan, serta deteksi dini konflik keluarga.

Sejumlah pengamat menilai peristiwa ini sebagai pelajaran bersama. Mereka menekankan pentingnya lingkungan keluarga yang aman dan suportif bagi tumbuh kembang anak.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih melanjutkan proses penyelidikan. Aparat belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait perkara tersebut.

Kepolisian akan menyampaikan perkembangan kasus secara bertahap setelah seluruh proses penyelidikan dan pemeriksaan ahli selesai. (*)

Example 468x60
Example 300250