Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sehat

Miris, PBB Ungkap Data Terbaru Kematian Anak Dunia Capai 4,9 Juta

×

Miris, PBB Ungkap Data Terbaru Kematian Anak Dunia Capai 4,9 Juta

Sebarkan artikel ini
pbb merilis laporan kematian anak dunia 2024
KEMATIAN ANAK — PBB merilis laporan angka kematian anak dunia pada 2024. Data menunjukkan 4,9 juta anak meninggal dan sebagian besar dapat dicegah. (foto/ilustrasi)

JAMLIMA.COM, GLOBAL — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap data terbaru kematian anak dunia yang masih tinggi, dengan total 4,9 juta anak meninggal sebelum usia lima tahun pada 2024. Sebagian besar kematian ini sebenarnya dapat dicegah melalui layanan kesehatan yang tepat.

Laporan Tingkat & Tren Kematian Anak menyajikan gambaran paling rinci tentang jumlah kematian, lokasi, dan penyebabnya secara global.

Badan PBB-WHO menilai akses layanan kesehatan berkualitas menjadi kunci utama menekan angka kematian anak.

“Sebagian besar kematian ini dapat dicegah dengan intervensi yang terbukti efektif dan berbiaya rendah serta akses ke layanan kesehatan berkualitas.”

Data Kematian Anak

Pada 2024, sebanyak 4,9 juta anak meninggal sebelum usia lima tahun, termasuk 2,3 juta bayi baru lahir. Angka ini menunjukkan beban global yang masih besar.

Secara global, kematian balita telah menurun lebih dari setengah sejak tahun 2000. Namun, laju penurunannya melambat lebih dari 60 persen sejak 2015.

Untuk pertama kalinya, laporan ini juga memasukkan kematian akibat kekurangan gizi akut parah (SAM).

Lebih dari 100.000 anak usia 1–59 bulan, atau sekitar 5 persen, meninggal karena kondisi tersebut.

Penyebab Utama Kematian

Kematian bayi baru lahir menyumbang hampir setengah dari total kematian balita. Penyebab utama adalah komplikasi kelahiran prematur sebesar 36 persen dan komplikasi saat persalinan sebesar 21 persen.

Infeksi, termasuk sepsis neonatal dan kelainan bawaan, juga menjadi faktor penting.

Setelah bulan pertama kehidupan, penyakit menular seperti malaria, diare, dan pneumonia menjadi penyebab utama.

Malaria menjadi penyebab terbesar dengan kontribusi 17 persen. Kasus paling banyak terjadi di Afrika sub-Sahara.

Ketimpangan Akses Kesehatan

Distribusi kematian anak masih tidak merata. Afrika sub-Sahara menyumbang 58 persen dari total kematian balita dunia, sementara Asia Selatan sekitar 25 persen.

Sebaliknya, proporsi kematian di Eropa dan Amerika Utara hanya sekitar 9 persen. Di Australia dan Selandia Baru, angkanya sekitar 6 persen.

Anak-anak yang lahir di wilayah konflik menghadapi risiko hampir tiga kali lebih tinggi meninggal sebelum usia lima tahun.

Selain itu, sekitar 2,1 juta anak, remaja, dan pemuda usia 5–24 tahun meninggal pada 2024. Penyakit menular dan cedera menjadi penyebab utama pada kelompok usia ini.

PBB menegaskan pentingnya intervensi sederhana seperti vaksinasi, penanganan gizi, dan perawatan persalinan. Langkah ini terbukti efektif menekan angka kematian.


Example 468x60
Example 300250