Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Lokal

Kembangan Desa Wisata Danau Tempe, Bupati Andi Rosman Konsultasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang

×

Kembangan Desa Wisata Danau Tempe, Bupati Andi Rosman Konsultasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang

Sebarkan artikel ini
Bupati Wajo, Andi Rosman, melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Makassar
ANDI ROSMAN - Bupati Wajo, Andi Rosman, melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Makassar. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Bupati Wajo, Andi Rosman, melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Makassar, Senin (22/10/2025). Kunjungan ini bertujuan melakukan koordinasi dan konsultasi terkait rencana pengembangan Desa Wisata di kawasan Danau Tempe.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Rosman menegaskan bahwa Danau Tempe merupakan ikon kebanggaan masyarakat Wajo. Danau ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi lingkungan maupun sebagai penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

“Danau Tempe adalah kebanggaan masyarakat Wajo. Kami ingin memastikan danau ini memberi manfaat nyata bagi warga di sekitarnya,” ujar Andi Rosman.

Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Wajo berkomitmen mengelola Danau Tempe secara berkelanjutan. Pemerintah daerah juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait lainnya.

Baca Juga: https://jamlima.com/kukuhkan-pengurus-dpd-tani-merdeka-bupati-wajo-perjuangkan-harkat-dan-martabat-mereka/

Pengembangan Danau Tempe Dorong Wisata dan Ekonomi Warga

Andi Rosman menjelaskan bahwa Pemkab Wajo mengajukan permohonan pemanfaatan lahan untuk pengembangan tanggul Radi A Gani. Menurutnya, tanggul ini dapat menunjang akses wisata sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin melibatkan pelaku UMKM di pesisir Danau Tempe. Jika rencana ini terealisasi, wisata di kawasan tersebut akan berkembang,” jelasnya.

Ia juga menyebut terdapat tiga desa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa wisata berbasis lingkungan bersih dan sehat. Ketiga desa tersebut adalah Desa Nepo, Desa Pakkanna, dan Desa Pajalele.

“Ketiga desa ini memiliki potensi kuat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Menurut Andi Rosman, pengembangan desa wisata tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan. Program ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Danau Tempe.

Baca juga: https://jamlima.com/realisasikan-visi-wajo-maradeka-andi-rosman-tebar-ribuan-bibit-ikan-di-danau-tempe/

Selain pengembangan tanggul, Pemkab Wajo juga mengajukan penataan rumah apung di Danau Tempe. Ia menilai rumah apung memiliki daya tarik wisata yang perlu dikelola secara lebih terintegrasi.

“Rumah apung sudah menjadi daya tarik. Dengan adanya tanggul Radi A Gani, pengunjung bisa menikmati kawasan danau dengan akses yang lebih nyaman,” katanya.

Ia optimistis, jika rencana ini mendapat dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, Danau Tempe dapat tumbuh menjadi destinasi wisata unggulan. Dampaknya diharapkan langsung dirasakan masyarakat.

Bahkan, Andi Rosman memproyeksikan munculnya pusat kuliner terpanjang di sekitar Danau Tempe sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis pariwisata.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat agar rencana ini bisa terwujud,” tandasnya. (*)

Example 468x60
Example 300250