Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Di Bawah Kepemimpinan Baru, Kinerja Makro Luwu Utara Terus Menguat

×

Di Bawah Kepemimpinan Baru, Kinerja Makro Luwu Utara Terus Menguat

Sebarkan artikel ini
Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara pada kegiatan resmi pemerintahan tahun 2025
Bupati dan Wakil Bupati Luwu Utara dalam agenda pemerintahan daerah. Selama kepemipinannya, berdasarkan data 2025 mencatat Gini Ratio terendah di Sulsel, kemiskinan turun, dan ekonomi tumbuh stabil. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, LUWU UTARA — Laporan evaluasi kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Utara tahun 2025 menunjukkan hasil positif.
Data resmi mencatat Gini Ratio terendah di Sulawesi Selatan, disertai penurunan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Pada 2025, Kabupaten Luwu Utara tercatat memiliki Gini Ratio terendah di Sulawesi Selatan. Peningkatan kinerja tersebut berkorelasi dengan keberlanjutan transformasi kebijakan daerah.

Andi Abdullah Rahim dan Jumail Mappile, sebagai Bupati dan Wakil bupati Luwu Utara mampu menjalankan transformasi kebijakan daerah secara berkelanjutan.

Termasuk di dalamnya optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Dari sisi tingkat kemiskinan, Luwu Utara menunjukkan perbaikan yang terukur.
Dalam beberapa tahun sebelumnya, angka kemiskinan relatif stagnan pada kisaran 13,22 persen.

Selanjutnya, terjadi penurunan bertahap menjadi 12,66 persen. Kemudian turun menjadi 11,24 persen hingga mencapai 10,74 persen pada 2025.

Capaian tersebut menempatkan Luwu Utara keluar dari tiga besar daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Sulawesi Selatan.

Pergerakan Indikator Kinerja Makro 2025

Penurunan angka kemiskinan ini sejalan dengan peningkatan belanja infrastruktur berkelanjutan.
Khususnya pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta jembatan.

Pembangunan tersebut berfungsi memperlancar konektivitas ekonomi antarwilayah. Pemerintah daerah mempercepat penguatan sektor UMKM melalui pengembangan ekosistem digital.

Langkah ini turut mendorong pergerakan sektor ekonomi kreatif secara linier. Pada indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Luwu Utara berada pada kategori tinggi. Capaian IPM tersebut tercatat sebesar 74,81 poin.

Peningkatan IPM tersebut didorong oleh pemerataan akses layanan kesehatan. Serta peningkatan kualitas pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja.

Bapperida mencatat capaian indikator sektor kesehatan berada pada level 87,35 persen. Sementara capaian sektor pendidikan tercatat sebesar 63,45 persen.

Pada indikator pertumbuhan ekonomi, hingga triwulan III 2025, perekonomian Luwu Utara tumbuh sebesar 5,41 persen.
Angka ini masih berpotensi meningkat hingga mendekati 6 persen.

Hal tersebut seiring dengan belum terintegrasinya data pertumbuhan ekonomi triwulan IV. Data triwulan IV saat ini masih dalam proses pengolahan.

Kepala Bapperida Kabupaten Luwu Utara, Aspar, menegaskan bahwa publikasi capaian indikator kinerja merupakan bagian penting dari akuntabilitas pemerintah daerah kepada publik.

“Tanpa hasil capaian indikator kinerja, penilaian kinerja pemerintah daerah cenderung subjektif dan bersifat politis.
Dengan indikator yang terukur, kinerja pemda memiliki standar yang jelas dan dapat dibandingkan antarperiode,” tegas Aspar.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung merupakan bagian dari proses.
Sementara dampak akhirnya diukur melalui indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi.

Penurunan kemiskinan dan penurunan pengangguran juga menjadi indikator. Termasuk penanganan stunting, pengurangan risiko bencana, serta indikator kinerja lainnya. Seluruh indikator tersebut diukur secara statistik.

Baca juga: ⇒ Pemkab Barru Evaluasi Kinerja 2025 dan Susun Rencana Aksi 2026

Example 468x60
Example 300250