Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Fakta Dibalik Ketua DPW PAN Sulsel Tunda Musda Enam Daerah

×

Fakta Dibalik Ketua DPW PAN Sulsel Tunda Musda Enam Daerah

Sebarkan artikel ini
ketua dpw pan sulsel husniah talenrang terkait penundaan musda di sulawesi selatan
TUNDA MUSDA — Ketua DPW PAN Sulsel, Husniah Talenrang, menegaskan penjaringan dilakukan secara hati-hati agar kepemimpinan ke depan siap memikul target politik DPP PAN. DPW Tunda Musda di enam daerah untuk menyaring figur terbaik. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, SULSEL — DPW Partai Amanat Nasional Sulawesi Selatan menunda Musyawarah Daerah (Musda) lanjutan di enam kabupaten/kota: Sidrap, Palopo, Pinrang, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru.

Penundaan ini menjadi langkah strategis untuk menyaring figur terbaik memimpin DPD di masing-masing daerah.

Ketua DPW PAN Sulsel, Siti Husniah Talenrang, menegaskan proses penjaringan pelaksanaannya secara hati-hati agar kepemimpinan ke depan.

Termasuk benar-benar siap memikul target politik dari DPP PAN.

“Kita masih mencari-cari figur dulu. Ini sementara kami rembukkan,” ujarnya.

Konsolidasi Bertahap Internal

DPW PAN Sulsel menghadapi target memperkuat konsolidasi hingga level kabupaten/kota dan menyiapkan mesin politik menghadapi pemilu mendatang.

Kualitas kepemimpinan menjadi kunci utama. Setiap DPD dituntut memiliki pemimpin yang mampu menggerakkan struktur, merawat kader, dan memperluas basis pemilih.

Situasi serupa terjadi di daerah berstatus formatur seperti Bone, Makassar, Luwu, dan Wajo. Para formatur belum menerima arahan final untuk melanjutkan Musda.

Sedangan posisi DPW adalah mengendalikan ritme proses agar berjalan seragam dan terukur.

Pendekatan ini menekankan konsolidasi bertahap dengan mengutamakan soliditas internal sebelum ekspansi elektoral.

Kepemimpinan sebuah partai yang kuat menjadi fondasi menjaga struktur partai tetap solid hingga akar rumput.

Pelaksanaan Musda Partai sebagai momentum strategis, bukan sekadar agenda rutin organisasi.

Forum musda arahnya untuk melahirkan kader visioner, komunikatif, dan mampu membangun jejaring hingga tingkat provinsi dan nasional.

Strategi selektif ini membuka peluang bagi Sidrap, Pinrang, Palopo, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru melahirkan kepemimpinan yang lebih matang dan terukur.


Example 468x60
Example 300250