Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
NasionalOtomotif

Bukan Sekadar Canggih, KNKT Wanti-wanti Risiko Nyawa di Balik Mobil Listrik

×

Bukan Sekadar Canggih, KNKT Wanti-wanti Risiko Nyawa di Balik Mobil Listrik

Sebarkan artikel ini
pemeriksaan kabel dan sistem kelistrikan mobil listrik oleh teknisi di ruang mesin
KNT - Petugas memeriksa sistem kelistrikan kendaraan listrik. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat dua kasus yang melibatkan mobil listrik, namun baru satu insiden yang penyebab teknisnya berhasil dipastikan lewat investigasi mendalam. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Tren mobil listrik terus meningkat di Indonesia. Namun Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengingatkan bahwa teknologi baru ini menyimpan risiko keselamatan yang tak boleh diabaikan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menegaskan lembaganya mulai memetakan potensi bahaya seiring bertambahnya kendaraan listrik di jalan. Tim investigasi kini menyesuaikan metode karena sistem kelistrikan mobil listrik jauh lebih kompleks dibanding kendaraan bensin atau diesel.

“Pendekatan investigasi harus lebih teknis dan spesifik, bahkan melibatkan tenaga ahli khusus kendaraan listrik.”


Baca juga: AI Kian Dominan, Apa Rasanya Naik Mobil Tanpa Sopir?


Temuan Risiko Teknis

KNKT mencatat sudah menangani dua kasus yang melibatkan kendaraan listrik. Dari jumlah itu, baru satu kasus yang penyebab teknisnya dapat dipastikan melalui investigasi mendalam. Sisanya masih memerlukan pembuktian lanjutan.

Salah satu insiden sempat diduga kebakaran. Pemeriksaan menunjukkan tidak ada api, melainkan korsleting listrik yang memicu asap tebal.

Sumber masalah berasal dari kabel yang bergeser, bergesekan dengan bodi, lapisannya terkelupas, lalu terjadi arus pendek. Gangguan kecil tersebut berujung dampak besar.

KNKT juga menemukan persoalan pada sistem kelistrikan tegangan rendah atau baterai 12 volt.

Saat komponen ini bermasalah, pintu kendaraan dapat terkunci total, bahkan dalam kondisi darurat.

Dalam satu kejadian, pintu mobil tidak bisa dibuka sama sekali sehingga menghambat proses evakuasi.

Bagi KNKT, situasi tersebut bukan sekadar gangguan teknis. Kondisi itu menyangkut langsung keselamatan penumpang. Akses keluar masuk kendaraan harus tetap tersedia meski sistem listrik gagal.

Soerjanto mendorong produsen memperkuat desain proteksi manual. Sistem darurat wajib berfungsi tanpa bergantung pada kelistrikan utama agar penumpang tetap bisa menyelamatkan diri.

KNKT menilai transisi elektrifikasi tidak cukup hanya fokus pada baterai dan stasiun pengisian daya.

Aspek keselamatan manusia harus menjadi prioritas utama karena yang dipertaruhkan bukan sekadar kendaraan, melainkan nyawa.


Baca juga:

Example 468x60
Example 300250