Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

LKPJ Papua Tengah 2025: Pendapatan Lampaui Target, Prevalensi Stunting Turun 12,75 persen

×

LKPJ Papua Tengah 2025: Pendapatan Lampaui Target, Prevalensi Stunting Turun 12,75 persen

Sebarkan artikel ini
asisten perekonomian dan pembangunan setda papua tengah tumiran menyerahkan dokumen lkpj kepada pimpinan dpr papua tengah di kantor dpr papua tengah
LKPJ 2025 — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Tengah Tumiran menyerahkan dokumen LKPJ kepada pimpinan DPR Papua Tengah di Kantor DPR Papua Tengah, Selasa (31/3/2026). Penyerahan ini menjadi bagian dari rapat paripurna penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah memaparkan capaian kinerja tahun anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPR Papua Tengah yang digelar Selasa, 31 Maret 2026, di Kantor DPR Papua Tengah.

Forum ini menjadi panggung evaluasi sekaligus penegasan arah pembangunan daerah, dengan penekanan pada capaian konkret di tengah tantangan geografis yang masih membatasi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Papua Tengah, Tumiran, hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa.

Ia mengikuti rapat bersama pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, tokoh masyarakat, serta rohaniawan.

Kehadiran lintas unsur ini menegaskan bahwa pembahasan LKPJ bukan sekadar agenda formal, tetapi ruang akuntabilitas publik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.


Baca juga: LKPJ 2025 Gowa: IPM Naik, Kemiskinan Turun


Capaian Pembangunan Papua Tengah 2025 Mulai Terlihat

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional sekaligus komitmen terhadap transparansi penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Laporan tersebut memuat pelaksanaan APBD, capaian pembangunan, serta pelaksanaan tugas pemerintahan sepanjang tahun 2025.

Pemprov Papua Tengah menggerakkan pembangunan dengan visi “Papua Tengah Emas yang Adil, Berdaya Saing, Bermartabat, Harmonis, Maju, dan Berkelanjutan.”

Visi ini diterjemahkan ke dalam program strategis yang langsung menyasar kebutuhan dasar masyarakat.

Pemerintah menjalankan pendidikan gratis dan sekolah sepanjang hari, memperkuat layanan kesehatan berbasis wilayah.

Termasuk membangun infrastruktur untuk membuka keterisolasian, serta mendorong pemberdayaan ekonomi Orang Asli Papua melalui pengembangan UMKM.

Dari sisi capaian, sejumlah indikator menunjukkan progres yang patut dicatat. Usia harapan hidup mencapai 60,25 tahun.

Prevalensi stunting berhasil ditekan hingga 12,75 persen, mencerminkan intervensi kesehatan yang mulai efektif.

Sementara itu, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup berada di angka 86,78, mengindikasikan pengelolaan lingkungan yang relatif terjaga di tengah pembangunan.

Capaian tersebut diperkuat dengan pengakuan di tingkat nasional.

Pemprov Papua Tengah meraih penghargaan dalam ajang Pemimpin Daerah Awards 2025 berkat inovasi di sektor pendidikan.

Penghargaan ini memperlihatkan bahwa pendekatan pembangunan yang diambil tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mendapat legitimasi eksternal.


Baca juga: Bupati Wajo Serahkan LKPJ Tahun 2025, DPRD Siapkan Evaluasi Kinerja Pemerintah 


Kinerja Keuangan Kuat, Tantangan Penyerapan Anggaran Masih Ada

Di sektor keuangan, kinerja pemerintah daerah menunjukkan tren positif. Realisasi pendapatan daerah menembus Rp4,12 triliun atau 101,46 persen dari target.

Pendapatan Asli Daerah bahkan melampaui ekspektasi dengan capaian Rp601,7 miliar atau 114,50 persen.

Namun, realisasi belanja daerah masih berada di angka Rp3,78 triliun atau 78,57 persen dari pagu Rp4,81 triliun.

Angka ini menunjukkan masih adanya ruang perbaikan, terutama dalam optimalisasi penyerapan anggaran.

Pemerintah mengakui tantangan tersebut tidak lepas dari kondisi geografis Papua Tengah yang kompleks.

Aksesibilitas wilayah yang terbatas masih menjadi hambatan utama dalam distribusi program dan percepatan pembangunan.

Ke depan, Pemprov Papua Tengah menargetkan penguatan perencanaan pembangunan, peningkatan kapasitas kelembagaan.

Serta sinergi yang lebih erat dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Gubernur juga berharap DPR Papua Tengah memberikan rekomendasi strategis agar kinerja pemerintahan semakin tajam dan responsif.

Rapat paripurna ini menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana janji pembangunan diterjemahkan menjadi hasil nyata.

Di tengah capaian yang mulai terlihat, tantangan yang tersisa justru menjadi indikator bahwa kerja pembangunan Papua Tengah masih membutuhkan konsistensi.

Selain itu sistem kolaborasi dan keberanian mengambil langkah perbaikan.


Example 468x60
Example 300250