Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Maggawe Samampa Pattimang 2026, Bupati Luwu Utara Andi Rahim Hadiri Tradisi 423 Tahun Sambut Ramadan

×

Maggawe Samampa Pattimang 2026, Bupati Luwu Utara Andi Rahim Hadiri Tradisi 423 Tahun Sambut Ramadan

Sebarkan artikel ini
bupati luwu utara hadiri maggawe samampa pattimang malangke
RITUAL ADAT - Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menghadiri ritual adat Maggawe Samampa di Kompleks Makam Datuk Pattimang, Malangke, Senin (16/2/2026). (foto/ist)

JAMLIMA.COM, LUWU UTARA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat komitmennya dalam menjaga adat dan budaya Tana Luwu.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menghadiri ritual adat tahunan “Maggawe Samampa” yang digelar Lembaga Adat La Pattiware’ Desa Pattimang, Senin (16/2/2026), di Kompleks Makam Datuk Pattimang, Kecamatan Malangke.

Kehadiran bupati dalam tradisi sakral ini meningkatkan antusiasme masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Warga menyambut hangat partisipasi pemerintah daerah dalam menjaga warisan leluhur yang telah bertahan lebih dari empat abad.

Diketahui, ritual Maggawe Samampa telah dilaksanakan sejak 1603 M.

Artinya, tradisi adat ini telah berjalan selama 423 tahun dan tetap lestari hingga kini di Tana Luwu.

Awalnya, masyarakat menyebut ritual ini sebagai “Makkasiwiang” atau Maseddi-seddi.

Tradisi tersebut mulai digelar sejak Islam masuk ke wilayah Tana Luwu melalui ulama asal Minangkabau, Dato’ Sulaiman, yang kemudian dikenal sebagai Datuk Pattimang.

Sekitar 20 tahun terakhir, masyarakat Pattimang mulai mengenalnya dengan nama “Maggawe Samampa”.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut, dengan puncak acara pada hari ketiga yang digelar secara meriah.


Baca juga: Kisah Bupati Luwu Utara Dibalik 2 Guru Viral Dapatkan Hak Rehabilitasi dari Prabowo


Warisan Leluhur Tetap Terjaga

Dalam sambutannya, Bupati Andi Rahim menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus menjaga tradisi tersebut.

“Terima kasih kepada Cenning Luwu yang sudah hadir membersamai kita di Kompleks Makam Datuk Pattimang ini untuk menyaksikan bagaimana masyarakat begitu antusias dengan kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan selama ratusan tahun yang lalu ini,” ujarnya di hadapan tokoh adat dari Istana Kedatuan Luwu dan masyarakat desa.

Bupati menegaskan ritual ini merupakan warisan leluhur yang harus dijaga sebagai kekuatan sosial masyarakat.

“Ini merupakan warisan leluhur kita yang sudah harus kita jaga dan kita jadikan sebagai sebuah kekuatan dalam masyarakat kita. Kita berharap, semua kita ini dapat menjaga nilai-nilai luhur dan kebiasaan-kebiasaan baik yang berkembang di tengah-tengah masyarakat kita,” harapnya.

Ia juga menekankan bahwa adat dan agama harus saling menguatkan.

“Dalam Islam, ada yang namanya kebiasaan yang diambil dari kebiasaan-kebiasaan baik yang berkembang di dalam masyarakat kita,” jelasnya.


Baca juga: Serahkan Proposal Kawasan Desa, Luwu Utara Kejar Dukungan Pusat



Momentum Sejarah Islam Tana Luwu

Bupati menyebut Maggawe Samampa menjadi bukti kuatnya kebersamaan warga Pattimang dalam menyambut bulan suci Ramadan.

“Hari ini, kita melihat warga bersama-sama, berkumpul, bersilaturahmi, dan saling berbagi. Ini membuktikan bahwa kita ini adalah bagian yang kuat dari sisi kebersamaan dan kekompakan dalam menyambut bulan suci Ramadan yang sudah dekat,” imbuhnya.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk kembali mengingat sejarah masuknya Islam di Tana Luwu.

“Kegiatan ini juga sebagai momentum bagi kita semua untuk kembali mengingat sejarah dan kejayaan Islam di Tana Luwu ini, yang telah memberikan banyak kebaikan di seluruh wilayah. Bukan hanya di Tana Luwu, tetapi juga di jazirah Sulawesi Selatan. Bahkan sampai di Kalimantan dan negara tetangga kita,” terangnya.


Dukungan Kedatuan Luwu

Perwakilan Istana Kedatuan Luwu, Maddika Bua Andi Kaddiraja, menyambut baik pelaksanaan ritual adat tersebut.

“Terima kasih atas acara yang kita gelar hari ini. Ini sungguh luar biasa menurut kami dari Kedatuan Luwu. Karena ini swadaya masyarakat, dan jarang sekali dijumpai di daerah lain ada yang seperti ini,” tandasnya.

Dalam rangkaian kegiatan, Bupati bersama rombongan serta perwakilan Kedatuan Luwu melakukan ziarah ke makam Datuk Pattimang dan La Pattiware’ untuk memanjatkan doa.

Rombongan kemudian menuju baruga kompleks makam untuk santap bersama.

Di pelataran kompleks makam, ratusan warga juga menikmati hidangan yang telah disiapkan.

Kegiatan Maggawe Samampa 2026 berlangsung meriah dengan kehadiran Dewan Adat 12 dari Istana Kedatuan Luwu, di antaranya Maddika Bua Andi Kaddiraja dan Makole Baebunta Andi Syarifah Muhaeminah.

Hadir pula Arung Malangke Andi Takdir dan Tomakaka Masamba Aidar Idrus.

Dari jajaran pemerintah daerah, tampak Asisten I Akram Risa, Kepala Bakesbangpol Hakim Bukara, Kepala Disporapar Saleh, Camat Malangke Andi Mansyur, Kepala Desa Pattimang, Anggota DPRD Andi Abriani, Ketua TP-PKK Minaswati, serta pengurus Lembaga Adat Desa Pattimang.

Tradisi Maggawe Samampa kembali membuktikan bahwa adat, sejarah, dan nilai keagamaan tetap hidup dan terjaga kuat di tengah masyarakat Luwu Utara.


Example 468x60
Example 300250