Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Enter

Mengkhawatirkan, Indonesia Jadi Hotspot Utama Penipuan Lowongan Kerja, 62% di Kawasan Asia

×

Mengkhawatirkan, Indonesia Jadi Hotspot Utama Penipuan Lowongan Kerja, 62% di Kawasan Asia

Sebarkan artikel ini
foto/ilustrasi
Example 468x60

JAMLIMA.COM — Indonesia kini tercatat sebagai negara dengan kasus penipuan lowongan kerja terbesar di tingkat regional. Temuan ini terungkap dalam laporan Seek, perusahaan induk platform lokapasar pekerjaan Jobstreet dan Jobsdb, yang disampaikan dalam rangka International Fraud Awareness Week 2025, pada Rabu (19/11/2025).

Menurut Operations Director Indonesia Jobstreet by SEEK, Willem Najoan, menyebutkan di Indonesia terjadi lonjakan jumlah penipuan lowongan kerja dan sudah pada posisi mengkhawatirkan.

“Temuan SEEK yang mengungkap Indonesia sebagai salah satu sasaran penipuan lowongan pekerjaan ini sangat mengkhawatirkan dan mengonfirmasi urgensi yang tinggi. Kita tidak lagi hanya berbicara soal kerugian finansial, tetapi juga risiko keamanan serius di mana job scam telah berevolusi menjadi pintu masuk kejahatan terorganisir seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang,” kata Willem.

Dari hasil laporan yang dirilis, menunjukkan bahwa Indonesia menjadi hotspot utama penipuan lowongan kerja, menyumbang 38% dari seluruh upaya penipuan di Asia Pasifik dan 62% dari total penipuan lowongan kerja di kawasan Asia. Sementara itu, Filipina berada di posisi kedua dengan 20% dari keseluruhan upaya penipuan di Asia Pasifik.

“Mereka menyesuaikan pendekatan mereka untuk setiap pasar, dengan menargetkan jenis pekerjaan dan industri di mana mereka tahu para pencari kerja berada di posisi paling rentan,” ungkap Tom Rhind, Head of Trust & Safety, SEEK, melalui keterangan resminya, Senin (24/11/2025).

Untuk bidang pekerjaan administrasi dan pendukung kantor menjadi sasaran utama penipuan di Indonesia. Di tingkat Asia, kategori ini menyumbang 29% dari total lowongan palsu, jauh lebih tinggi dibandingkan Australia dan Selandia Baru yang hanya mencatat 17%.

Hingga Oktober 2025, terdapat 5 kategori kerja yang paling banyak terdeteksi penipuan di Indonesia, yakni Administration – Office Support 39,36%, anufacturing, dan Transport – Logistics 21,06%

Kemudian untuk Retail – Consumer Products 12,23%, Trades & Services 7,98% dan Hospitality – Tourism 5,74%

Selain itu, penipuan juga banyak menyasar posisi staf gudang di sektor Manufacturing, Transport & Logistics.

“Posisi entry-level seperti Administration & Office Support dan Sales memang sangat rentan. Jika digabungkan, kategori-kategori ini menciptakan kelompok calon korban yang besar sehingga mempermudah para pelaku menebar lowongan palsu yang terlihat meyakinkan,” ujar Tom Rhind.

Dalam survey Online Fraud and Scams in Indonesia juga disebut bahwa sejak 2020, ribuan WNI terlibat dalam skema scam lintas negara melalui pekerjaan yang dijanjikan melalui media sosial. (*)