Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Lokal

Munafri Dorong Kolaborasi Pemkot–Akademisi, Kunci Ketahanan Pangan dan UMKM Makassar

×

Munafri Dorong Kolaborasi Pemkot–Akademisi, Kunci Ketahanan Pangan dan UMKM Makassar

Sebarkan artikel ini
wali kota makassar munafri arifuddin sambutan pengukuhan guru besar universitas bosowa makassar
GURU BESAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan sambutan pada Pengukuhan Guru Besar Universitas Bosowa di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Makassar, Rabu (7/1/2026). (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi Pemerintah Kota dan akademisi sebagai kunci penguatan ketahanan pangan dan UMKM di Kota Makassar.

Kolaborasi tersebut menjadi fondasi utama untuk memperkuat ketahanan pangan, pengembangan UMKM, serta keberlanjutan sektor pertanian di Kota Makassar.

Munafri menyampaikan penegasan tersebut saat menghadiri Pengukuhan Tiga Guru Besar Universitas Bosowa. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Sidang 45 Universitas Bosowa, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (7/1/2026).

Munafri menilai tantangan pembangunan perkotaan semakin kompleks. Pemerintah kota menghadapi persoalan ketersediaan pangan, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga keberlanjutan UMKM lokal.

Karena itu, perguruan tinggi memegang peran yang sangat vital. Kampus diharapkan menghadirkan solusi berbasis riset dan inovasi.

“Pemerintah Kota Makassar membutuhkan sinergi kuat dengan perguruan tinggi dan para akademisi agar kebijakan pembangunan berjalan berkelanjutan,” ujar Munafri.

Ia menghadiri acara tersebut didampingi Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa.

Munafri juga menyampaikan apresiasi kepada tiga profesor yang baru dikukuhkan. Menurutnya, keilmuan ketiganya sangat relevan dengan agenda strategis pembangunan Kota Makassar.

Profesor pertama adalah Prof. Ir. Andi Tenri Fitriyah, M.Si., Ph.D., Guru Besar Bidang Ekonomi Pertanian. Ia memiliki kepakaran dalam ketahanan dan pola konsumsi pangan alternatif.

Keilmuan tersebut berperan strategis dalam mendukung penguatan ketahanan pangan perkotaan. Selain itu, juga mendorong pemanfaatan pangan lokal secara berkelanjutan.

Profesor kedua adalah Prof. Dr. Chahyono, S.E., M.Si., Guru Besar Bidang Manajemen. Kepakarannya terletak pada inovasi manajemen dan keberlanjutan usaha.

Kontribusi keilmuan ini penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi. Selain itu, juga memperkuat daya saing UMKM di Makassar.

Profesor ketiga adalah Prof. Ir. Baharuddin, M.Si., Ph.D., Guru Besar Bidang Sosial Ekonomi Pertanian. Ia memiliki keahlian dalam tata kelola pembangunan pertanian berkelanjutan.

Menurut Munafri, pengukuhan guru besar ini bukan sekadar capaian akademik personal. Momentum ini juga menjadi penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.

Ketahanan Pangan, UMKM, dan Teknologi

Munafri menyoroti tingginya ketergantungan Makassar terhadap daerah penyangga pangan. Kota ini memiliki jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.

Kondisi tersebut menuntut adanya alternatif dan inovasi. Tujuannya agar pasokan pangan tetap terjaga secara berkelanjutan.

Ia mendorong pengembangan program urban farming dan vertical farming. Selain itu, Munafri menilai pemanfaatan teknologi sangat penting.

Munafri menyebut Internet of Things (IoT) sebagai salah satu solusi. Teknologi tersebut relevan untuk mendukung pengembangan pertanian perkotaan.

Di sektor ekonomi, Munafri menegaskan UMKM sebagai motor penggerak utama perekonomian daerah. Namun, masih banyak UMKM yang berada dalam kondisi rentan.

 Sekitar 60 persen UMKM di Makassar masih belum stabil., pemerintah perlu hadir secara aktif untuk menjaga keberlanjutan usaha mereka.

Munafri menekankan pentingnya pendampingan berbasis keilmuan. Akademisi memegang peran krusial dalam membantu UMKM naik kelas hingga berorientasi ekspor.

Di akhir sambutannya, Munafri menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar menempatkan Universitas Bosowa sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini diarahkan untuk mewujudkan pembangunan kota yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Ia berharap hilirisasi riset dan kolaborasi lintas sektor terus diperkuat. Tujuannya agar karya akademik memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: ⇒ Munafri–Aliyah Ajak Warga Makassar Refleksi di Zikir Akhir Tahun

Example 468x60
Example 300250