Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lokal

Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio, Aktifkan Lahan Tidur

×

Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio, Aktifkan Lahan Tidur

Sebarkan artikel ini
Panen jagung pakan oleh Kelompok Tani Padaidi di Desa Tondowolio, Kabupaten Kolaka
JAGUNG PAKAN – Petani Kelompok Tani Padaidi memanen jagung pakan di Desa Tondowolio, Kabupaten Kolaka, melalui Program PPM PT Vale Indonesia Tbk. Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menyebut harga jagung pakan di Kolaka berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram dan menjadi motivasi petani mengembangkan pertanian berkelanjutan. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, KOLAKA PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), terus menjalankan komitmen pembangunan berkelanjutan melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah operasionalnya.

Komitmen tersebut tercermin dari keberhasilan panen jagung pakan oleh petani binaan di Desa Tondowolio, Kabupaten Kolaka, Kamis (8/1/2026).

Panen jagung pakan yang dilakukan Kelompok Tani Padaidi di Kecamatan Tanggetada mendorong peningkatan produktivitas pertanian lokal. Selain itu, kegiatan ini memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas melalui pengelolaan pertanian berkelanjutan.

Keberhasilan panen ini menunjukkan perubahan lahan tidur menjadi lahan produktif. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini kembali memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, menjelaskan bahwa lahan pertanian yang dikelola kelompok tani sempat dibuka pada 2015 dengan luas sekitar 27 hektare, namun tidak berlanjut pengelolaannya.

“Alhamdulillah, sejak tahun lalu potensi lahan ini kembali dimanfaatkan. Dari total 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare telah ditanami jagung pakan. Panen hari ini menjadi bukti kebangkitan pertanian berbasis kelompok tani di desa kami,” ujarnya.

Baca juga: ⇒  PT Vale, Pemkab Luwu Timur, dan BBWS Sepakat Normalisasi Sungai Malili

Produksi Kelompok Petani

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menyampaikan bahwa produktivitas panen mencapai sekitar 6 hingga 7 ton per hektare. Kelompok tani yang terbentuk pada November 2023 ini beranggotakan 22 orang dan terus didorong memperluas area tanam.

“Selain hasil panen yang baik, harga jagung pakan di Kolaka juga kompetitif, berkisar Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Oleh karena itu, kami termotivasi untuk terus mengembangkan pertanian berkelanjutan,” jelasnya.

Head of External Regional and Growth PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi Program PPM yang berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Program ini merupakan wujud dukungan nyata PT Vale dalam mendorong pemberdayaan petani melalui pemanfaatan potensi lokal. Kami percaya bahwa kemandirian ekonomi masyarakat adalah fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui Program PPM PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, perusahaan menargetkan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Selanjutnya, peningkatan produktivitas pertanian dan penghidupan kembali lahan tidur diharapkan memperkuat pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Kolaka.

Baca juga: ⇒ PT Vale dan Pemkab Luwu Timur Hadir Menguatkan Masyarakat Terdampak Banjir Aceh Tamiang

Example 468x60
Example 300250
Example 728x250