Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Daerah

Pemkab Pinrang Tanam Mangrove Cegah Abrasi di Pesisir Suppa

×

Pemkab Pinrang Tanam Mangrove Cegah Abrasi di Pesisir Suppa

Sebarkan artikel ini
penanaman mangrove cegah abrasi di pesisir suppa pinrang
MANGROVE - Petugas dan warga melakukan penanaman mangrove di pesisir Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, PINRANG — Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memperkuat upaya penanggulangan abrasi di wilayah pesisir.

Langkah ini tidak hanya berfokus pada pencegahan bencana, tetapi juga memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.

Salah satu strategi utama yang dilakukan adalah memulihkan fungsi ekosistem pesisir.

Pemerintah mendorong penanaman mangrove sebagai pelindung alami dari hempasan ombak laut.

Mangrove berperan sebagai barrier alami yang efektif meredam gelombang.

Selain itu, tanaman ini menjaga keseimbangan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Perikanan melaksanakan aksi penanaman mangrove di pesisir Kecamatan Suppa, Senin (5/1/2026).

Pada tahap awal, tim menanam 1.000 bibit mangrove.

Jumlah ini merupakan bagian dari target 4.000 bibit yang akan ditanam secara bertahap.

Kolaborasi Lintas Pihak

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Pinrang berkolaborasi dengan World Wide Fund for Nature (WWF), penyuluh perikanan, serta pemerintah desa dan Kecamatan Suppa.

Melalui sinergi ini, para pihak menargetkan terbentuknya ekosistem pesisir yang sehat.

Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah nyata dalam mencegah abrasi.

Koordinator Penyuluh Perikanan Kabupaten Pinrang, Muhammad Yusuf, S.Pi, menjelaskan bahwa gerakan tanam mangrove menjadi aksi konkret rehabilitasi ekosistem pesisir.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Pinrang.

Ia menegaskan bahwa mangrove tidak hanya melindungi garis pantai.

Tanaman ini juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

Mangrove menjadi habitat alami berbagai biota laut.

Ikan dan kepiting tumbuh di kawasan ini dan menjadi sumber penghidupan nelayan.

“Oleh karena itu, kami berharap kegiatan ini mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem pesisir secara bersama-sama. Jika ekosistem terjaga, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Pinrang menegaskan komitmen terhadap pembangunan berwawasan lingkungan.

Pemerintah juga berupaya melindungi wilayah pesisir dari abrasi serta menjaga keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir di masa depan.

Baca juga: ⇒ Jaga 30% Bumi Tetap Hijau, PT Vale Tanam Ribuan bibit Pohon Wilayah Morowali dan Soroako

Example 468x60
Example 300250
Example 728x250