Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Lokal

PT Vale IGP Morowali Catat 2,2 Juta Ton Ore di Awal 2026, Tunjukkan Ketangguhan Operasional

×

PT Vale IGP Morowali Catat 2,2 Juta Ton Ore di Awal 2026, Tunjukkan Ketangguhan Operasional

Sebarkan artikel ini
operasional pt vale igp morowali produksi ore awal 2026
KINERJA POSITIF — PT Vale Indonesia melalui IGP Morowali mencatat produksi dan penjualan 2,2 juta ton ore pada awal 2026 sebagai fondasi target kinerja tahun berjalan. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MOROWALI — Di tengah tekanan harga komoditas global, tantangan rantai pasok, dan tuntutan standar keberlanjutan yang makin tinggi.

PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali mencatatkan produksi dan penjualan sebesar 2,2 juta ton ore pada awal 2026.

Capaian ini menjadi sinyal kuat konsistensi kinerja perusahaan di tengah dinamika industri pertambangan yang fluktuatif.

Sebagai bagian dari holding industri pertambangan MIND ID, PT Vale IGP Morowali dinilai mampu menjaga ritme produksi dan pengiriman sesuai target.

Meski menghadapi tantangan cuaca, volatilitas pasar, serta peningkatan standar kepatuhan lingkungan.


Hasil Kolaborasi dan Disiplin Eksekusi

Direktur dan Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, menyebut capaian 2,2 juta ton tersebut sebagai buah kerja kolektif.

Yang Berasal dari seluruh elemen perusahaan dan dukungan para pemangku kepentingan.

“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini adalah buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta stakeholder yang telah memberikan dukungan penuh,” ujar Asril.

Menurutnya, keberhasilan ini bukan sekadar soal angka produksi.

Akan tetapi konsistensi menjalankan prinsip pertambangan bertanggung jawab dengan mengedepankan keselamatan kerja.

Serta perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.



Baca juga: PT Vale, Pemkab Luwu Timur, dan BBWS Sepakat Normalisasi Sungai Malili


Komitmen Keberlanjutan di Morowali

Di Kabupaten Morowali, perusahaan merealisasikan berbagai program keberlanjutan.
Mulai dari peningkatan pendidikan dan layanan kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi serta pengembangan infrastruktur dasar.

Hingga akhir Januari 2026, perusahaan telah melakukan hydroseeding seluas 16 hektare.

Hal ini dengan memasang pengendalian erosi di Mine Haul Road, serta membangun fasilitas nursery berkapasitas awal 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung reklamasi pascatambang.

Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, menegaskan pencapaian ini menjadi bukti kesiapan proyek menjaga stabilitas jangka panjang.

“Kami terus meningkatkan efisiensi, pengendalian risiko, serta implementasi standar keselamatan dan lingkungan yang ketat untuk memastikan keberlanjutan proyek ke depan,” jelasnya.


Fondasi Target 2026

Persaingan industri nikel yang semakin ketat mendorong perusahaan memperkuat manajemen operasional berbasis efisiensi dan inovasi.

Optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas alat, serta penguatan manajemen risiko menjadi prioritas.

Capaian 2,2 juta ton ore di awal tahun menjadi fondasi kuat bagi target kinerja sepanjang 2026.

Hal tersebut dengan fokus pada pertumbuhan yang seimbang antara produktivitas dan tanggung jawab lingkungan.

Melalui kolaborasi dan integritas, PT Vale IGP Morowali optimistis dapat menjaga kinerja positif.

Sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan perekonomian nasional.


Baca juga:

Example 468x60
Example 300250
aktivitas koperasi desa
Lokal

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Dana desa Rp34,57 triliun pada 2026 menjadi penggerak utama pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, termasuk di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Menteri…