Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Setahun Ratnawati Pimpin Sinjai, Kemiskinan Turun Ekonomi Tembus 6,05%

×

Setahun Ratnawati Pimpin Sinjai, Kemiskinan Turun Ekonomi Tembus 6,05%

Sebarkan artikel ini
bupati sinjai ratnawati arif memaparkan capaian setahun kepemimpinannya, sinjai catat kemiskinan turun 7,41 persen dan ekonomi tumbuh 6,05 persen.
SATU TAHUN – Bupati Sinjai Ratnawati Arif memaparkan capaian setahun kepemimpinannya dalam Rapat Paripurna HJS ke-462. Sinjai mencatat kemiskinan turun menjadi 7,41 persen, pertumbuhan ekonomi naik 6,05 persen, serta meraih predikat WBK dan reformasi birokrasi A-. (foto/ist)

  • Setahun kepemimpinan Ratnawati Arif mulai menunjukkan hasil konkret. Kemiskinan di Sinjai turun menjadi 7,41 persen, sementara pertumbuhan ekonomi melonjak hingga 6,05 persen.
  • Pemkab Sinjai juga mengamankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan reformasi birokrasi A- yang menempatkan Sinjai terbaik di tiga wilayah.

JAMLIMA.COM, SINJAI – Bupati Sinjai Ratnawati Arif memaparkan capaian kinerja satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Andi Mahyanto Mazda dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Sinjai (HJS) ke-462, di Ruang Paripurna DPRD Sinjai, Jumat (27/2/2026) lalu.

Tren Makro Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

Dalam forum resmi tersebut, Bupati menyoroti sejumlah indikator makro yang menunjukkan tren positif.

Angka kemiskinan turun dari 7,82 persen menjadi 7,41 persen. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi meningkat signifikan dari 5,17 persen menjadi 6,05 persen.

Secara analitis, kombinasi penurunan kemiskinan dan kenaikan pertumbuhan ekonomi mencerminkan perbaikan distribusi hasil pembangunan.

Kenaikan ekonomi yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya mengindikasikan perputaran sektor produktif berjalan lebih optimal.



Peningkatan Kualitas Manusia dan Lingkungan

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik dari 71,81 menjadi 72,76. Peningkatan ini menunjukkan kemajuan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak.

Indeks Kualitas Lingkungan Hidup melonjak dari 70,37 menjadi 79,89, menandakan perhatian terhadap aspek keberlanjutan semakin diperkuat.

Di sektor kesehatan, Pemkab Sinjai meraih Kategori Madya dalam pencapaian Universal Health Coverage (UHC).

Artinya, cakupan jaminan kesehatan masyarakat semakin luas. Dari sisi tata kelola, Sinjai memperoleh predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Serta penghargaan Reformasi Birokrasi dengan Predikat Memuaskan dengan Catatan (Indeks 80,17/A-) dari Kemenpan RB.

Capaian ini menempatkan Sinjai sebagai kabupaten terbaik se-Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua dalam kategori tersebut.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa komitmen kita dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel terus menunjukkan hasil yang nyata,” ujar Ratnawati.



Sinergi Sosial dan Arah Pembangunan Berkelanjutan

Secara politik dan sosial, Bupati menekankan pentingnya menjaga sinergi dan persatuan melalui tagline “Sama-samaki”.

Ia mengingatkan agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.

Peringatan HJS ke-462 turut dihadiri Andi Sudirman Sulaiman secara daring, anggota DPRD Provinsi Sulsel, serta sejumlah kepala daerah seperti Bupati Bulukumba dan Wakil Bupati Bone.

Hadir pula unsur Forkopimda, jajaran Pemkab Sinjai, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD, camat, lurah/kades, hingga tokoh masyarakat.

Secara keseluruhan, paparan tersebut menggambarkan arah pembangunan Sinjai yang menguat pada tiga pilar utama.

  • Pertumbuhan ekonomi
  • Peningkatan kualitas manusia
  • Reformasi tata kelola.

Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi capaian agar tren positif ini berkelanjutan dalam tahun-tahun mendatang.


Example 468x60
Example 300250