Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Target 5,4% Ekonomi 2026: Antara Ruang Akselerasi dan Tekanan Global

×

Target 5,4% Ekonomi 2026: Antara Ruang Akselerasi dan Tekanan Global

Sebarkan artikel ini
target pertumbuhan ekonomi indonesia 2026 sebesar 5,4 persen di tengah tekanan global
ILUSTRASI – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 dipatok 5,4 persen, berada di atas proyeksi IMF dan Bank Dunia di tengah tekanan global. (Foto/IST)

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen yang dipasang pemerintah untuk 2026 berada di atas proyeksi mayoritas lembaga internasional yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5 persen.

Selisih ini menempatkan efektivitas kebijakan fiskal, laju investasi, serta stabilitas global sebagai penentu utama tercapai atau tidaknya target tersebut.

International Monetary Fund memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1 persen pada 2026, lebih tinggi dibandingkan estimasi IMF dalam World Economic Outlook Oktober 2025 yang berada di level 4,9 persen.

Dalam laporan Article IV Consultation Januari 2026, IMF menilai ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global.

“Pertumbuhan diperkirakan stabil di level 5,0 persen pada 2025 dan 5,1 persen pada 2026, terlepas dari tekanan eksternal menantang, hal ini mencerminkan dukungan dari kebijakan fiskal dan moneter,” tulis IMF, dikutip Jumat, 23 Januari 2026.

IMF mencatat inflasi utama tetap terkendali dan diproyeksikan mendekati titik tengah sasaran.

Defisit transaksi berjalan juga diperkirakan tetap terjaga pada 2025–2026 dengan cadangan devisa yang memadai.

Stabilitas makro ini membuka ruang akselerasi, namun belum otomatis mendorong pertumbuhan menembus 5,4 persen.


Baca juga: ⇒ Skutik Honda 2026 Ini Bukan Vespa, Tapi Mesinnya Bikin Kepincut


Ruang Akselerasi Terbatas

Dari sisi domestik, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada pada rentang 4,9–5,7 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menilai pertumbuhan dapat mencapai 5,33 persen apabila realisasi belanja fiskal berjalan optimal.

Proyeksi BI sejalan dengan pandangan lembaga internasional lainnya.

World Bank mempertahankan estimasi pertumbuhan sekitar 5 persen, dengan investasi tumbuh 6,2 persen dan ekspor meningkat 5,6 persen.

Sementara itu, Asian Development Bank merevisi proyeksi ke kisaran 5,0–5,1 persen, ditopang permintaan domestik meskipun permintaan global melemah.

Artinya, konsumsi dan investasi tetap menjadi mesin utama pertumbuhan.

Namun, tanpa akselerasi kebijakan yang signifikan, proyeksi tersebut masih berada di bawah target pemerintah.


Baca juga: ⇒ Perodua Hadirkan Mobil Listrik QV-E, Produksi Lokal Dimulai di Malaysia


Optimisme dan Risiko

Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa ekonomi Indonesia dapat melampaui ekspektasi global.

“Saya tegaskan bahwa saya yakin pertumbuhan ekonomi kami akan mengejutkan banyak pihak di dunia,” kata Prabowo saat berpidato dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Ia menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten berada di atas 5 persen, dengan inflasi tahunan terkendali di sekitar 2 persen.

Namun demikian, IMF mengingatkan bahwa risiko global masih kuat, mulai dari meningkatnya ketegangan perdagangan, ketidakpastian global yang berkepanjangan, hingga volatilitas pasar keuangan internasional.


Garis Bawah 2026

Dengan konsensus pertumbuhan di kisaran 5–5,1 persen, tembus atau tidaknya target 5,4 persen pada 2026 sangat ditentukan oleh kecepatan realisasi belanja fiskal, dorongan investasi, serta ketahanan konsumsi domestik, di tengah tekanan global yang belum sepenuhnya mereda. Stabilitas makro memberi peluang, tetapi akselerasi kebijakan tetap menjadi faktor penentu.


Baca juga: ⇓

Example 468x60
Example 300250