Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Tragedi Maut Pos 9 Gunung Slamet: Syafiq Ridhan Tewas Menolong Teman Kram Kaki

×

Tragedi Maut Pos 9 Gunung Slamet: Syafiq Ridhan Tewas Menolong Teman Kram Kaki

Sebarkan artikel ini
TRAGEDI MAUT GUNUNG SLAMET – Tim SAR mengevakuasi pendaki Syafiq Ridhan yang ditemukan meninggal di kawasan Pos 9 Gunung Slamet. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang hilang di Gunung Slamet sejak akhir Desember 2025, ditemukan meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026).

Jasad korban ditemukan di jalur punggungan Gunung Malang, tepatnya di area Batu Watu Langgar, sekitar pukul 10.22 WIB.

Syafiq mendaki Gunung Slamet bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Keduanya menggunakan metode tektok, yakni pendakian naik dan turun dalam satu hari tanpa bermalam.

Dalam perjalanan, keduanya mengalami kendala di sekitar Pos 9, Himawan mengalami kram kaki sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Dalam kondisi tersebut, Syafiq memutuskan turun lebih dahulu untuk mencari bantuan.

“Himawan ditinggal karena mengalami cedera kaki,” kata anggota Basarnas Semarang Unit SAR Pemalang, Handika Hengki.

Himawan kemudian ditemukan selamat oleh relawan pada 30 Desember 2025 di sekitar Pos 9 dan langsung dievakuasi ke basecamp Dipajaya.
Sejak saat itu, pencarian difokuskan untuk menemukan Syafiq.

Pencarian dan Penemuan Korban

Pencarian Syafiq melibatkan sekitar 150 personel SAR gabungan. Tim menyisir jalur Dipajaya dari basecamp hingga puncak Gunung Slamet.

Selain itu Tim SAR juga menyisir kawasan Gunung Malang ke arah Purbalingga.

Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, mengatakan jasad Syafiq ditemukan pada hari ke-17 pencarian oleh tim SAR tahap dua.

Relawan independen Amrul menyebut lokasi penemuan korban berada di area yang sebelumnya telah dilalui tim pencarian.

“Dari hari kedua sampai hari ke-17 itu tidak ditemukan, padahal area sudah pernah dilalui tim pencarian,” kata Amrul.

Kondisi Korban

Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, menjelaskan kondisi jenazah korban saat ditemukan masih dalam keadaan utuh.

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, korban diduga meninggal sekitar empat hingga lima hari sebelum ditemukan.

“Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari. Kondisi tubuh korban masih cukup baik,” ujar Arie.

Ia menambahkan, korban diduga meninggal akibat hipotermia, karena melepaskan celana hingga sebatas dengkul, sepatu dan kaus kaki.

Di sekitar lokasi tersebut, tim SAR menemukan sejumlah barang milik korban, di antaranya dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, serta perlengkapan pendakian lainnya.

Evakuasi Jenazah

Proses evakuasi jenazah Syafiq dari lokasi penemuan sempat terkendala cuaca buruk, kemudian dilanjutkan esok harinya.

Proses evakuasi menuju lokasi basecamp Dipajaya memerlukan waktu cukup lama karena medan yang sulit dan kondisi cuaca.

Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan tiba di Kota Magelang pada Kamis malam (15/1/2026, disalatkan di Masjid Baiturrasyidin.

Setelah itu, almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sidotopo, Kota Magelang, sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.

Baca juga: ⇒ BMKG Tetapkan Status Awas!, Bupati Gowa Imbau Warga Waspada

Example 468x60
Example 300250