Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Sport

Alami Kekerasan Seksual, Atlet Kickboxing Viona Amalia Tempuh Jalur Hukum

×

Alami Kekerasan Seksual, Atlet Kickboxing Viona Amalia Tempuh Jalur Hukum

Sebarkan artikel ini
atlet kickboxing nasional viona amalia adinda putri mengungkap dugaan kekerasan seksual di lingkungan olahraga
KEKERASAN SEKSUAL — Atlet kickboxing nasional Viona Amalia Adinda Putri mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya di lingkungan olahraga. Ia memutuskan membawa kasus tersebut ke pihak Kepolisian. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, SPORT — Atlet kickboxing nasional Viona Amalia Adinda Putri memutuskan mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya di lingkungan olahraga.

Langkah ini diambil Viona setelah ia menilai upaya pengaduan melalui jalur internal federasi tidak memberikan perlindungan yang diharapkannya.

“Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan follow-up lewat WhatsApp dan telepon sampai akhirnya dibentuk tim kode etik,” ujar Viona.

Pada awalnya, Viona memilih menyampaikan pengaduan melalui mekanisme internal organisasi olahraga.

Ia mengirim laporan tertulis kepada PP KBI dan terus melakukan tindak lanjut melalui komunikasi langsung.

Namun, proses tersebut menurutnya tidak menghasilkan penyelesaian yang diharapkan.

Karena itu, ia akhirnya memilih membawa perkara tersebut ke jalur hukum.


Baca juga: Mariah Carey Pamer Berlian Rp252 Miliar di Olimpiade 2026 Milan


Laporkan ke Polisi

Viona kemudian melaporkan terduga pelaku ke pihak Kepolisian setelah merasa tidak mendapatkan perlindungan dari mekanisme internal.

Sebelum menempuh jalur hukum, ia juga sempat menyampaikan laporan kepada KONI daerah terkait dugaan peristiwa yang diri alami.

“Jujur awalnya saya malu dan tidak punya keberanian. Makanya saya hanya lapor secara internal (federasi) saja secara prosedur,” katanya.

Peristiwa yang dilaporkan Viona disebut terjadi ketika ia sedang menjalani masa latihan intensif sebagai atlet.

Pada masa tersebut, ia mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari terduga pelaku.

Dalam proses pelaporan ke Kepolisian, Viona mengaku menjalani seluruh tahapan tanpa pendamping kuasa hukum.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk perjuangan pribadi untuk menjaga harga diri sekaligus mencari keadilan.

“Saya minta tolong kepada atlet perempuan untuk jaga diri masing-masing. Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang tidak mau bicara,” kata Viona.

Viona juga menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak boleh dibayar dengan mengorbankan harga diri dan martabat atlet.

“Jangan pernah menukar prestasi dengan harga diri dan martabat kalian,” pungkasnya.


Example 468x60
Example 300250