Scroll untuk baca artikel
Daerah

Donasi Rp500 Juta, Wabup Bulukumba Datangi Tanah Datar Pasca Bencana

×

Donasi Rp500 Juta, Wabup Bulukumba Datangi Tanah Datar Pasca Bencana

Sebarkan artikel ini
Penyerahan donasi Rp500 juta Wabup Bulukumba untuk korban bencana Tanah Datar
DONASI - Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly di Rumah Jabatan Bupati. Donasi Rp500 juta ini diperuntukkan bagi warga terdampak banjir bandang dan longsor di Tanah Datar. (foto/ist)

JAMLIMA.COM,BULUKUMBA — Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menerima kunjungan kemanusiaan dari Pemerintah Kabupaten Bulukumba.

Wakil Bupati Andi Edy Manaf memimpin langsung rombongan dan menyerahkan donasi bagi korban banjir bandang dan longsor.

Kunjungan berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (15/1/2026). Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyambut rombongan secara resmi.

Baca juga: ⇒ Galang Bantuan Bencana di Sumatera, Bupati Andi Utta Minta Semua Elemen Jaga Hulu Bulukumba

Aksi Kemanusiaan Bersama

Dalam pertemuan tersebut, Andi Edy Manaf menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai Rp500 juta.

Donasi itu dihimpun dari masyarakat Bulukumba melalui BAZNAS Kabupaten Bulukumba.

“Donasi ini berasal dari kepedulian warga Bulukumba yang kami kumpulkan melalui BAZNAS,” ujar Andi Edy Manaf.

Rincian bantuan mencakup Rp300 juta dari Dompet Peduli Aceh dan Sumatera hingga akhir Desember 2025. Sedangkan sisa dana berasal dari infak masyarakat dan ASN Bulukumba.

Wakil Bupati Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi atas solidaritas tersebut. Ia menegaskan bantuan ini sangat berarti bagi warga yang terdampak.

“Terima kasih atas kepedulian warga Bulukumba. Semoga Allah membalas kebaikan ini,” ungkap Ahmad Fadly.

Ia menjelaskan bencana tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, banyak rumah warga dan fasilitas umum mengalami kerusakan berat akibat longsor dan banjir bandang.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bulukumba Syahruni Haris menyebut kunjungan ini juga memiliki nilai sejarah.

Ia menyinggung peran ulama Minangkabau Dato Ri Tiro dalam Islamisasi Bulukumba pada abad ke-16.

Usai agenda resmi dan sarapan pagi, rombongan meninjau sejumlah nagari di Kecamatan Batipuh Selatan.

Wilayah tersebut tercatat sebagai lokasi terdampak terparah, dengan jembatan rusak dan rumah warga terseret longsor.

Baca juga: ⇒ Hari Ketiga Misi Kemanusiaan Luwu Timur, Bupati Santuni Anak Terdampak Banjir di Aceh Tamiang