Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Lokal

Munafri–Aliyah Ajak Warga Makassar Refleksi di Zikir Akhir Tahun

×

Munafri–Aliyah Ajak Warga Makassar Refleksi di Zikir Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini
zikir akhir tahun makassar munafri aliyah di lapangan karebosi
ZIKIR DAN DOA - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan sambutan pada Zikir dan Doa Akhir Tahun 2025 di Lapangan Karebosi, Makassar. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Zikir akhir tahun Makassar menandai penutupan 2025. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menutup tahun 2025 dengan Zikir dan Doa Akhir Tahun di Lapangan Karebosi, Rabu malam (31/12/2025). Melalui agenda ini, Pemkot Makassar mengajak masyarakat bersyukur. Selain itu, pemerintah mengajak warga melakukan refleksi pembangunan selama setahun terakhir.

Selanjutnya, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Makassar menggagas kegiatan tersebut. Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham hadir langsung mengikuti rangkaian zikir dan doa.

Sementara itu, sejumlah tokoh dan unsur pemerintahan turut hadir. Di antaranya mantan Wali Kota Makassar periode 2004–2014 Ilham Arief Sirajuddin. Selain itu, hadir Ketua MUI Kota Makassar Anre Gurutta KH Baharuddin, unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli, kepala SKPD, camat, pimpinan Perusda, serta tokoh agama.

Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin mengajak jamaah menjadikan pergantian tahun sebagai momentum introspeksi. Pada saat yang sama, ia menekankan pembenahan diri, baik secara pribadi maupun dalam pemerintahan.

“Malam ini kita bersama-sama memanjatkan doa dan zikir kepada Allah SWT atas segala rahmat, hidayah, dan rezeki yang telah diberikan kepada kita selama tahun 2025. Ini juga menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan apa yang telah kita lakukan dan apa yang harus kita perbaiki ke depan,” ujar Munafri.

Lebih lanjut, Munafri menyampaikan bahwa Pemkot Makassar mencatat berbagai capaian pembangunan sepanjang 2025. Namun demikian, ia menilai masih ada pekerjaan rumah. Terutama, persoalan sosial dan kualitas layanan publik.

“Apa yang kita lalui di 2025 harus menjadi bahan koreksi. Masih ada persoalan sosial yang belum tuntas dan kinerja pemerintahan yang perlu ditingkatkan, meskipun kita juga mencatat kemajuan di berbagai sektor,” ujarnya.

Memasuki 2026, Munafri meminta perangkat daerah memperkuat kerja kolaboratif. Menurutnya, pembangunan akan berhasil jika semua elemen bergerak bersama.

“Kita ini berada dalam satu perahu besar. Arah tujuan harus sama, kompasnya jelas, dan semua bergerak bersama. Tanpa kolaborasi, beban pembangunan akan terasa berat,” tegasnya.

Di sisi lain, Munafri menyoroti ekspektasi publik terhadap tata kelola pemerintahan. Karena itu, ia meminta SKPD, camat, dan unit pelayanan teknis meningkatkan koordinasi. Dengan demikian, kebijakan pemerintah dapat menjawab kebutuhan warga.

Tak hanya itu, Munafri menekankan penguatan nilai spiritual dan sosial. Menurutnya, keseimbangan ini menjaga ketenteraman kota.

“Makassar harus menjadi kota yang aman, damai, dan bermanfaat bagi warganya. Pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan moral dan kepedulian sosial,” katanya.

Ke depan, Munafri menyebut 2026 sebagai fase penting dengan target dan tantangan. Meski demikian, ia optimistis jajaran mampu menghadapinya melalui kebersamaan dan sinergi lintas sektor.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham mengajak masyarakat memanfaatkan momentum akhir tahun. Sebagai penutup, ia mendorong penguatan spiritual demi keberkahan Makassar.

“Zikir dan doa ini menjadi ikhtiar batin bagi kita semua untuk bermuhasabah, mensyukuri setiap perjalanan, serta memohon agar Kota Makassar senantiasa dilimpahi keberkahan, kedamaian, dan perlindungan Allah SWT di tahun-tahun mendatang.” ujarnya.

Baca juga: ⇒ ⇒  https://jamlima.com/larangan-petasan-makassar/

Example 468x60
Example 300250