Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Enter

Ayah Tiri Meninggal, Ibundanya Baru Tes DNA, Jejak Kematian Alvaro Kian Rumit?

×

Ayah Tiri Meninggal, Ibundanya Baru Tes DNA, Jejak Kematian Alvaro Kian Rumit?

Sebarkan artikel ini
TIBA - Arumi, Ibunda Alvaro Kiano Nugroho sesaat tiba dari Malaysia tak kuasa menahan tangis setelah tiba di rumah duka dan bertemu keluarganya. (foto/design)

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Ibu Alvaro Kiano Nugroho, Arumi, tiba di rumah duka Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Arumi yang datang dari Malaysia tak kuasa menahan tangis setelah tiba di rumah duka dan bertemu keluarganya.

Arumi sendiri tiba di rumah duka sekitar pukul 10.00 Senin (24/11/2025) malam, dan turut didampingi Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam.

Ia tak bisa banyak berbicara, ia menyerahkan kasus itu ke polisi.

“Terima kasih Polsek Pesanggrahan, polres, Polri, dan Bu Seala yang selalu follow up berita hilangnya Alvaro sampai akhirnya ditemukan. Itu saja, terima kasih banyak,” ujarnya.

Sebelum sampai ke rumah duka, Ibunda Alvaro terlebih dulu menjalani pengambilan sampel DNA di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses identifikasi yang hingga saat ini masih dilakukan pihak kepolisian.

Kepulangannya ini merupakan kali pertama bertemu keluarganya, sejak kabar penemuan jenazah Alvaro di Kali Cilalai, Tenjo, Bogor.

Bocah Alvaro dinyatakan hilang Kamis, 6 Maret 2025. Awalnya Alvaro meminta izin ke kakeknya bernama Tugimin untuk ke Masjid Al-Muflihun, namun tak kunjung pulang ke rumah.

Pada tanggal 7 Maret 2025, keluarga melaporkan anak hilang ke Polsek Pesanggrahan. Selanjutnya diketahui bahwa Alvaro diculik dan dibunuh dengan cara dibekap oleh ayah tirinya.

Karena selama diculik Alvaro terus menangis, Alex Iskandar, demikian nama ayah tiri Alvaro melakukan pembekapan

Setelah meninggal jasad Alvaro disimpan selama tiga hari oleh pelaku di garasi mobil kediamannya.

Menurut saksi kunci berinisial “G”,  dia diminta Alex untuk mengambil plastik dan menyebutnya plastik itu berisi bangkai anjing. Tetapi ternyata itu digunakan untuk membungkus jasad Alvaro.

Jasad bocah 6 tahun itu dibuang menggunakan mobil ke Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Delapan bulan berlalu, polisi menemukan jasad Alvaro dengan bantuan informasi saksi dan anjing pelacak atau K-9 dan sudah berbentuk kerangka.

Alex yang mulanya mengelabui petugas kepolisian dan keluarga dengan pura-pura ikut mencari korban, akhirnya terkuak dia pelakunya.

Ia ditangkap di Tangerang. Beberapa laporan menyatakan penangkapan terjadi sekitar tanggal 19 November 2025.

Setelah ditangkap, Alex dibawa ke Polres Metro Jakarta Selatan. Nahas ia diduga bunuh diri pada Minggu (23/11/2025). Hal ini dilakukannya sesaat akan menjalani pemeriksaan medis di ruangan konseling setelah ditetapkan tersangka dan hendak dimasukkan ke ruang tahanan.

Menurut Kakek Alvaro, Alex cemburu buta terhadap Arumi, dengan berbagai tuduhan muncul dan Alex tidak suka jika istrinya bekerja di luar negeri.

Dari analisis rekam digital, chat dan pesan, polisi menyimpulkan pembunuhan Alvaro dimotivasi emosional, Alex merasa dendam karena mencurigai istrinya Arumi berselingkuh di Malaysia.

Tersangka Alex menuliskan kalimat seperti “gimana caranya gue balas dendam” berulang kali.

Kematian Alex ini mengundang berbagai pertanyaan besar publik dan keluarga, apakah semua petunjuk bisa dapat mengungkap kematian Alvaro?.

Keluarga Alvaro menuntut kejelasan soal kematian tersangka dan bagaimana jenazah dan pemakamannya.

Dengan meninggal sebelum proses persidangan, aspek hukuman menjadi rumit. Siapa yang akan bertanggung jawab penuh dan bagaimana keadilan dijalankan.

Namun demikian, hingga saat ini Propam sedang melakukan pemeriksaan petugas jaga buntut ayah tiri Alvaro ini bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan tersebut. (*)

Example 468x60
Example 300250