JAMLIMA.COM, SUMATERA UTARA — Banjir bandang menerjang Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, pada Selasa (25/11/2025).
Banjir tersebut menyebabkan air bah cukup tinggi, tercatat hingga mencapai atap rumah di beberapa lokasi.
Selain itu, beberapa material kayu terbawa arus banjir, yang memperparah dampak bagi masyarakat.
Khusus wilayah Tapsel, selain Batang Toru, wilayah Angkola Sangkunur juga dilaporkan terdampak banjir, akibat luapan Sungai Sangkunur.
Menurut berbagai sumber, terdapat 160 kepala keluarga rumah di Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur, terendam banjir. Sedangkan ketinggian genangan di sana mencapai sekitar 1 meter.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel akan melakukan pemantauan dan pendataan lokasi-lokasi rawan banjir.
BMKG memperingatkan risiko cuaca ekstrem sejak beberapa hari sebelumnya (22–27 November), khususnya di daerah aliran sungai dan lereng bukit.
Pemerintah Tapsel menghimbau, agar warga mewaspadai potensi banjir dan longsor, terutama di jalur sungai.
Menurut Kabid Penanganan Darurat, Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, SP, M.Si, jumlah korban bencana banjir bandang di Tapanuli Selatan, 9 Tewas, 3 Belum Ditemukan dan 37 Luka-luka.
Jumlah kerugian materil dilaporkan 465 rumah terdampak, dan akses jalan di beberapa lokasi dilaporkan terputus karena banjir dan longsor.
Potensi gangguan logistik dan evakuasi karena tingginya air dan material banjir seperti kayu terombang-ambing.
Desa seperti Garoga dan wilayah aliran Sungai Sangkunur tampak sangat rentan terhadap banjir bandang karena topografi dan aliran sungai yang bisa dipenuhi material kayu.
Menurut BPBD Sumut, ada tujuh kabupaten/kota di Sumatera Utara yang terdampak banjir bandang dan longsor, termasuk Tapanuli Selatan. (*)

























