Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Nasional

Banjir di Gresik dan Puting Beliung di Kalimantan Selatan, Warga Diminta Waspada

×

Banjir di Gresik dan Puting Beliung di Kalimantan Selatan, Warga Diminta Waspada

Sebarkan artikel ini
Pohon tumbang menutup jalan akibat hujan deras dan angin kencang di Lamongan
LAMONGAN - BPBD Lamongan menangani pohon tumbang akibat hujan deras dan angin kencang. (foto thread/jamlima.com)

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Bencana hidrometeorologi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir.

Banjir melanda Kabupaten Gresik, Jawa Timur, sementara angin kencang disertai puting beliung terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, berdampak pada permukiman dan aktivitas masyarakat.

Informasi tersebut berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D.
Data tersebut diperbarui hingga Selasa (23/12/2025) pukul 07.00 WIB.

Di Kabupaten Gresik, hujan dengan intensitas sedang yang berlangsung sejak akhir pekan disertai kiriman air dari wilayah hulu menyebabkan Kali Lamong meluap pada Minggu (21/12/2025) pagi.

Luapan air menggenangi permukiman warga serta akses jalan di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng, yang mencakup sembilan desa. Sebanyak 152 kepala keluarga terdampak dengan 152 unit rumah terendam.

Selain permukiman, banjir juga menggenangi tiga fasilitas pendidikan, empat fasilitas peribadatan, dua balai desa, serta sekitar 101 hektare lahan persawahan. Hingga laporan terakhir, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Baca juga:  https://jamlima.com/klaten-diterjang-cuaca-ekstrem-banjir-dan-angin-kencang-warga-tetap-waspada/

Sementara itu, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, angin kencang disertai puting beliung terjadi pada Jumat (19/12/2025) malam.

Peristiwa ini berdampak pada empat kecamatan dan enam desa, dengan Desa Sungai Buluh tercatat sebagai wilayah yang mengalami dampak paling besar.

Sebanyak 59 kepala keluarga atau 62 jiwa terdampak.

Kerusakan meliputi 59 unit rumah, terdiri dari empat rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan lainnya rusak ringan. BPBD setempat telah melakukan kaji cepat, pembersihan pohon tumbang, serta penanganan darurat.

Hingga Senin (22/12), akses jalan di wilayah terdampak telah kembali normal.

BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, memantau informasi resmi cuaca dan kebencanaan, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika terjadi kondisi darurat. (*)

Baca juga:  https://jamlima.com/korban-bencana-sumatera-1112-jiwa-bnpb/

Example 468x60
Example 300250
Example 728x250