Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Ponpes As’adiyah Bonto Tangnga Dibangun, Bupati Bantaeng Dorong Pendidikan Keagamaan

×

Ponpes As’adiyah Bonto Tangnga Dibangun, Bupati Bantaeng Dorong Pendidikan Keagamaan

Sebarkan artikel ini
bupati bantaeng letakkan batu pertama ponpes asadiyah bonto tangnga
PONDOK PESANTREN — Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga di Kecamatan Ulu Ere, Sabtu (24/1/2026). Pembangunan pesantren ini dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, BANTAENG — Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (24/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bantaeng secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan masjid pondok pesantren.

Prosesi ini menandai dimulainya pembangunan sarana utama pendidikan dan ibadah di lingkungan pesantren.


Baca juga: ⇒ Inisiasi Workshop Eco-Print, KKN-T UNHAS Asah Kreativitas Anak Desa Bonto Jai Bantaeng



Makna Kehadiran Pesantren

Bupati menyampaikan rasa syukur atas berdirinya Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga.

Ia menegaskan kehadiran pesantren ini memiliki arti penting bagi masyarakat Kecamatan Ulu Ere.

Selama ini, wilayah Ulu Ere Kabupaten Bantaeng belum memiliki pondok pesantren.

Kondisi tersebut membuat anak-anak harus menempuh pendidikan keagamaan ke daerah lain.

“Ini adalah bentuk kesyukuran kita semua karena akhirnya di Bonto Tangnga dapat berdiri pondok pesantren. Selama ini anak-anak kita harus mondok ke daerah Banyorang atau Tompobulu padahal Bonto Tangnga memiliki keindahan alam dan suasana yang sejuk serta sangat mendukung proses pendidikan para santri,” ujarnya.

Bupati berharap Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga dapat berkembang menjadi pusat pendidikan keagamaan yang diminati masyarakat.

Ia ingin generasi muda di Kecamatan Ulu Ere memperoleh pendidikan agama tanpa harus keluar daerah.


Proses Perintisan Pesantren

Sementara itu, Ketua Yayasan As’adiyah Bonto Tangnga, Hj. Nusyam, menjelaskan bahwa pendirian pesantren berangkat dari keprihatinan.

Khususnya masa depan generasi muda di Kecamatan Ulu Ere, Bantaeng tersebut.

Ia menyebut Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga mendapat dukungan penuh dari As’adiyah Pusat di Sengkang sejak awal perintisan.

Pesantren ini resmi dirintis pada 15 Agustus 2025.

Pesantren tersebut berdiri di atas lahan wakaf dari para wakif dengan luas kurang lebih satu hektare. Lahan itu disiapkan untuk pengembangan kawasan pesantren.

“Walaupun saat ini masih berbentuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dalam kurun waktu empat bulan sejak dibuka sudah tercatat 81 santri yang mendaftar, serta didukung oleh empat orang ustadz dan ustadzah yang aktif mengajar,” ungkapnya.

Peletakan batu pertama ini diharapkan menjadi langkah awal pengembangan Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga.

Pesantren ini diarahkan menjadi lembaga pendidikan Islam yang mampu mencetak generasi berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya saing di Kabupaten Bantaeng.

Acara tersebut turut dihadiri Kapolsek Ulu Ere Iptu Daeng Masinna mewakili Kapolres Bantaeng, Kasubsi Penyidik Kejari Bantaeng Abi Rafdi Zhafiri mewakili Kajari Bantaeng, Babinsa Bonto Tangnga Serka Ahmad mewakili Dandim 1410/Bantaeng.

Selain itu hadir pula pimpinan dan perwakilan Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang dan Cabang Bantaeng Andi Hasbi Gani, Camat Ulu Ere Munir Hasanuddin Gassing, serta para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Bantaeng.


Baca juga: ⇒ Sambut 2026, Bupati Fathul Fauzy Nurdin Ajak Zikir dan Doa Bersama di Bantaeng

Example 468x60
Example 300250