JAMLIMA.COM, SEKO — Pembangunan jalan Seko Luwu Utara resmi dimulai pada Sabtu (4/4/2026) di Desa Palandoan, Kecamatan Seko.
Proyek ini menjadi langkah pembukaan konektivitas antar wilayah yang selama ini menghadapi medan ekstrem serta tingginya biaya kebutuhan pokok.
Pemerintah memulai proyek jalan menuju Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, melalui kolaborasi pendanaan antara APBN dan APBD Provinsi Sulawesi Selatan.
Tahap awal ditandai dengan pembukaan badan jalan di titik awal pekerjaan di Desa Palandoan.
Jalur menuju Seko selama ini dikenal sebagai salah satu yang paling menantang di Sulawesi Selatan.
Kondisi berlumpur dan waktu tempuh berhari-hari membuat distribusi logistik tidak efisien, yang kemudian berdampak langsung pada tingginya biaya kebutuhan di wilayah tersebut.
Tingginya biaya distribusi membuat harga barang di Seko dikenal lebih mahal dibandingkan wilayah lain di Luwu Utara.
Kondisi ini tidak terlepas dari keterbatasan moda angkut, di mana masyarakat masih mengandalkan ojek sebagai sarana utama pengiriman logistik.
Kendaraan roda dua yang dimodifikasi digunakan untuk membawa barang dengan ongkos angkut tinggi, sehingga memengaruhi harga di tingkat konsumen.
Bupati Luwu Utara, Andi Rahim, menegaskan bahwa kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama agar infrastruktur dapat digunakan dalam jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan saat meninjau progres di lokasi.
“Kita ingin memastikan bahwa proyek pengerjaan jalan ke Seko ini berjalan dengan baik. Kualitas harus sesuai spesifikasi agar jalan ini bisa bertahan lama,” ujarnya.
Baca juga: Jalan Baliase–Pombakka Akhirnya Diperbaiki, Bupati Luwu Utara Turun Langsung Meninjau
Mendukung Aktivitas Ekonomi
Proyek jalan ini sepanjang 4,8 kilometer, sedangkan penyelesaian pengerjaan ditargetkan sesuai jadwal.
Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya ketahanan infrastruktur guna mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, pembangunan jalan Seko Luwu Utara diproyeksikan memperlancar distribusi hasil pertanian seperti kopi, padi organik, dan kakao.
Dengan konektivitas yang lebih baik, biaya logistik diharapkan menurun sehingga distribusi menjadi lebih efisien.
“Jalan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Akses yang lebih baik akan memperluas peluang distribusi hasil produksi,” tambah Andi Rahim.
Selain sektor pertanian, Kecamatan Seko juga memiliki potensi di bidang pariwisata.
Dukungan jalur yang lebih memadai diperkirakan dapat meningkatkan kunjungan wisata sekaligus membuka peluang investasi.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan dukungan lanjutan melalui pembiayaan provinsi yang dilakukan secara bertahap.
“Dalam waktu dekat, melalui APBD provinsi, pembangunan akan dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari kolaborasi penyelesaian akses jalan Seko,” ujarnya.
Seiring dimulainya pengerjaan fisik di lapangan, jalur yang sebelumnya sulit dilalui mulai terbuka secara bertahap, sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat berjalan lebih lancar.
Pembangunan jalan Seko Luwu Utara menjadi langkah strategis dalam meningkatkan konektivitas kawasan terpencil.
Dengan infrastruktur yang lebih memadai, distribusi barang dan aktivitas ekonomi masyarakat diharapkan berjalan lebih efisien.
















