Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Tercatat 1.270 Kasus Bunuh Diri di Indonesia Sepanjang 2025, Anak Ikut Terseret

×

Tercatat 1.270 Kasus Bunuh Diri di Indonesia Sepanjang 2025, Anak Ikut Terseret

Sebarkan artikel ini
kasus bunuh diri di indonesia sepanjang 2025
ILUSTRASI - Isu kesehatan mental dan kasus bunuh diri di Indonesia. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, NASIONAL — Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri mencatat 1.270 kasus bunuh diri di Indonesia sejak Januari hingga minggu pertama November 2025.

Data ini menunjukkan lebih dari 100 kasus terjadi setiap bulan.

Pada Oktober 2025, jumlah kasus mencapai puncak dengan 142 kejadian atau naik 10,93 persen dibandingkan September.

Memasuki pekan pertama November 2025, Pusiknas kembali mencatat 26 kasus atau setara 18,3 persen dari total kasus Oktober.

Berdasarkan klasifikasi usia, Pusiknas mendata 1.343 pelaku bunuh diri. Dari jumlah tersebut, 7,66 persen berusia di bawah 17 tahun.

Di luar kelompok anak, kasus bunuh diri paling banyak melibatkan kelompok usia 30 hingga 59 tahun dengan 594 kasus.

Kelompok usia di atas 60 tahun menyusul dengan 183 kasus.

Dari sisi pekerjaan, Pusiknas mencatat petani atau pekebun sebagai kelompok terbanyak dengan 107 orang.

Karyawan swasta menyumbang 91 kasus, wiraswasta 83 kasus, buruh harian lepas 54 kasus, serta pelajar dan mahasiswa 50 kasus.

Baca juga:   ⇒⇒ https://jamlima.com/kasus-pembunuhan-medan-ditangani-dengan-pendekatan-anak/

Analisa Data KPAI

Sejalan dengan data Pusiknas, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat 25 kasus bunuh diri pada anak sepanjang Januari hingga Oktober 2025.

Angka ini lebih rendah dibandingkan 43 kasus pada 2024 dan 46 kasus pada 2023.

Komisioner KPAI Aris Adi Leksono menyatakan bahwa setiap kasus bunuh diri pada anak mencerminkan lemahnya deteksi dini masalah kesehatan mental di lingkungan keluarga dan sekolah.

KPAI juga mencatat peristiwa bunuh diri anak terjadi di Sawahlunto, Sumatera Barat, serta Sukabumi, Jawa Barat

Aris menekankan pentingnya perhatian terhadap perubahan perilaku, penurunan motivasi belajar, serta tanda stres berat agar anak segera menerima pendampingan psikologis.

KPAI juga mencatat peristiwa bunuh diri anak terjadi di Sawahlunto, Sumatera Barat, serta Sukabumi, Jawa Barat.

Sementara forum Kagama, merilis data Tahun 2024, terdapat 1.455 kasus bunuh diri di Indonesia, dengan Provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. (*)

Baca juga:  ⇒⇒ https://jamlima.com/terhitung-10-desember-2025-australia-negara-pertama-melarang-anak-16-tahun-akses-medsos/

Example 468x60
Example 300250