Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Satu Tahun Andi Rahim Pimpin Luwu Utara, Mampu Dongkrak Ekonomi 6,17 Persen

×

Satu Tahun Andi Rahim Pimpin Luwu Utara, Mampu Dongkrak Ekonomi 6,17 Persen

Sebarkan artikel ini
bupati luwu utara andi abdullah rahim menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi di luwu utara 2025
PERTUMBUHAN EKONOMI — Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi 6,17 persen di Luwu Utara, 2025. Angka ini melampaui target RPJMD 4,48 persen, ekspor neto melonjak 57,38 persen dengan nilai Rp2,84 triliun. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, LUWU UTARA — Satu tahun Pimpin Kabupaten Luwu Utara, Abdullah Rahim mencatat pertumbuhan ekonomi 6,17 persen pada 2025.

Angka ini melampaui target Pemda dalam RPJMD sebesar 4,48 persen.

Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyebut capaian itu sebagai hasil kerja kolektif pemerintah dan pelaku usaha.

Terutama pada sektor ekspor neto yang melonjak signifikan.

“Pertumbuhan ekonomi yang signifikan ini diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat kita,” ucap Bupati Andi Abdullah Rahim usai menerima rilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Ekspor Neto Melonjak

Berdasarkan rilis BPS, sektor perdagangan luar negeri (ekspor neto) tumbuh 57,38 persen pada 2025. Padahal pada 2024, sektor ini terkontraksi di angka -21,29 persen.

Nilai ekspor Kabupaten Luwu Utara pada 2025 mencapai Rp2,84 triliun. Kontribusi terbesar ekspor neto berasal dari sektor Pertanian.

Sektor pertanian mencakup tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, kehutanan, perikanan, serta peternakan sebagai bahan baku industri di Luwu Utara.

Operasional lima Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ikut mendorong lonjakan pertumbuhan tersebut.

Dampak pertumbuhan ini, menurut Bupati Andi Abdullah Rahim, harus terasa langsung bagi masyarakat.

“Fokus kita selanjutnya ialah memastikan pertumbuhan ini berbanding lurus dengan pembukaan lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan,” harapnya.

Pemda tetap mewaspadai fluktuasi harga komoditas global. Pemerintah daerah melakukan diversifikasi ekonomi dan penguatan UMKM agar struktur ekonomi lebih kokoh.

“Sektor ekspor neto ini akan terus kita genjot, agar ketergantungan pada satu sektor dapat kita minimalisir,” terang Bupati Andi Rahim, alumnus Fakultas Teknik Unhas.

Selain ekspor neto, enam sektor lain turut mendorong pertumbuhan. Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi tumbuh 16,41 persen.

Sedangkan pada Sektor Konstruksi mencapai 13,47 persen,  dan Transportasi dan Pergudangan naik 9,52 persen.

Khusus sektor Pertambangan dan Penggalian tumbuh 8,91 persen, Perdagangan 5,83 persen serta sektor Penyedia Akomodasi Makan dan Minum 5,67 persen.

Lonjakan sektor Jasa Keuangan dan Asuransi dipicu peningkatan tabungan masyarakat ke perbankan sebesar 54,10 persen, tertinggi di Sulsel.

Pertumbuhan sektor infrastruktur juga terdorong peningkatan anggaran APBN sebesar 42,60 persen yang masuk ke Luwu Utara.

Sektor Pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi dengan capaian Rp11,79 triliun atau 53,50 persen.

Operasional dapur-dapur MBG yang tersebar di Luwu Utara turut memperkuat perputaran ekonomi lokal.


Example 468x60
Example 300250