Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
InternasionalTeknologi

Meta Digugat di AS, Elon Musk Soroti Keamanan dan Privasi WhatsApp Rawan Bocor

×

Meta Digugat di AS, Elon Musk Soroti Keamanan dan Privasi WhatsApp Rawan Bocor

Sebarkan artikel ini
elon musk menyampaikan pernyataan soal privasi whatsapp melalui platform x corp di amerika serikat
ILUSTRASI — Elon Musk menyampaikan pernyataan soal privasi WhatsApp melalui platform X Corp pada awal 2026 terkait gugatan Meta di Amerika Serikat. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, INTERNASIONAL Elon Musk kembali menyoroti isu keamanan dan privasi WhatsApp pada awal 2026. Pernyataan itu muncul setelah Musk mengutip laporan Bloomberg mengenai gugatan hukum terhadap Meta Platforms Inc. di Amerika Serikat.

Musk menyampaikan pernyataan tersebut melalui platform X Corp. Ia merujuk laporan berjudul “Lawsuit Claims Meta Can See WhatsApp Chats in Breach of Privacy”, yang juga dihimpun Yahoo Finance.

“Kami melihat klaim privasi WhatsApp dipertanyakan dalam gugatan tersebut,” tulis Musk dalam unggahannya.

Gugatan itu diajukan oleh penggugat dari lima negara, yakni Australia, Brasil, India, Meksiko, dan Afrika Selatan. Para penggugat menuding Meta menyampaikan klaim yang tidak akurat terkait privasi dan keamanan layanan WhatsApp. Perkara tersebut kini bergulir di Pengadilan Distrik Amerika Serikat.


Baca juga: Efektif 1 Maret 2026, Akses Medsos Anak Diatur Berizin, Pelanggar Kena Sanksi


Spyware dan Ekspor Data

Kritik Musk bukan kali pertama muncul. Pada Mei 2025, Musk menuding WhatsApp mengekspor data pengguna setiap malam di Windows, Android, dan iOS, lalu menggunakannya untuk iklan bertarget.

Kepala WhatsApp Will Cathcart membantah tudingan tersebut.
“Banyak yang sudah mengatakan ini, tetapi perlu diulang: ini tidak benar. Kami menganggap serius keamanan dan itulah sebabnya kami mengenkripsi pesan Anda secara menyeluruh. Pesan tidak dikirimkan kepada kami setiap malam atau diekspor kepada kami,” tegas Cathcart.

Isu keamanan WhatsApp juga mencuat sebelumnya pada Juli 2024. Saat itu, Musk menyebut WhatsApp sebagai spyware menyusul temuan peneliti keamanan Tommy Mysk terkait kerentanan aplikasi desktop WhatsApp.

Mysk menyatakan desain aplikasi desktop WhatsApp memungkinkan malware memantau pesan masuk dan mengirimkannya ke server jarak jauh, sehingga enkripsi end-to-end tidak bekerja optimal di lingkungan desktop.

WhatsApp merespons temuan tersebut dengan menyatakan aplikasinya dibangun sesuai spesifikasi keamanan sistem operasi dan memanfaatkan fitur sandbox, sebagaimana dikutip Forbes.

Hingga awal 2026, Meta masih menghadapi proses hukum di Amerika Serikat, sementara perdebatan mengenai keamanan dan privasi layanan pesan instan terus berlangsung di ruang publik.


Baca juga:  ⇓

Example 468x60
Example 300250