Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Inisiasi Workshop Eco-Print, KKN-T UNHAS Asah Kreativitas Anak Desa Bonto Jai Bantaeng

×

Inisiasi Workshop Eco-Print, KKN-T UNHAS Asah Kreativitas Anak Desa Bonto Jai Bantaeng

Sebarkan artikel ini
mahasiswa kkn-t unhas dampingi anak desa bonto jai workshop ecoprint berbasis lingkungan
WORKSHOP — Mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin mendampingi anak-anak Desa Bonto Jai saat mengikuti workshop ecoprint dengan memanfaatkan daun sebagai media karya kreatif berbasis lingkungan. Kegiatan ini menjadi dasar awal pembinaan kreativitas anak sejak dini serta mendukung penguatan program pemerintah di bidang ekonomi kreatif melalui penanaman nilai kreativitas, kemandirian, dan pemanfaatan potensi lokal. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, BANTAENG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Daerah Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (UNHAS) menggelar workshop Eco-Print. Kegiata ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Minggu (11/1/2026).

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Unhas menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat dengan menghadirkan pembelajaran kreatif yang selaras dengan potensi lokal desa.

Workshop tersebut merupakan program kerja individu mahasiswa KKN-T Unhas dengan Anindya Prapta sebagai penanggung jawab.

Kegiatan ini menyasar anak-anak Desa Bonto Jai untuk mengasah kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan potensi alam sekitar.

Pelaksanaan kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan pemerintah desa dan Forum Anak Desa Bonto Jai dalam penyediaan lokasi serta pendampingan peserta.

Baca juga: ⇒ Bupati Bantaeng Sambut 250 Mahasiswa KKN Unhas, Dorong Akselerasi Pembangunan Daerah

Inovasi Berbasis Alam

Dalam kegiatan ini, mahasiswa mengenalkan teknik Eco-Print, yakni metode mencetak motif alami menggunakan daun dan tumbuhan yang ada di lingkungan sekitar.

Anak-anak mengikuti proses pembuatan Eco-Printsebagai media pembelajaran kreatif berbasis lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal yang dipandu langsung oleh mahasiswa KKN-T Unhas.

Anindya Prapta menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak dapat belajar langsung dari lingkungan sekitar.

“Melalui Eco-Print, kami ingin memperkenalkan cara sederhana memanfaatkan bahan alam sekaligus melatih kreativitas anak-anak,” ujarnya.

Ketua Forum Anak Desa Bonto Jai, St. Nur Azizah, menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman baru bagi anak-anak Forum Anak.

“Selama ini anak-anak jarang mendapat pelatihan seperti ini. Hadirnya workshop Eco-Print, mereka bisa belajar hal baru, bekerja sama, dan menghasilkan karya yang membanggakan,” katanya.

Produk Bernilai Estetika

Hasil Eco-Print berupa kain bermotif alami kemudian dikreasikan menjadi produk sederhana seperti tote bag, pouch, dan selendang.

Setiap produk memiliki motif yang berbeda karena menggunakan bahan alami, sehingga menampilkan nilai estetika yang khas.

Melalui proses tersebut, anak-anak mulai mengenal bahwa karya kreatif dapat memiliki nilai ekonomi.

Program ini memberi manfaat pada peningkatan kreativitas, keterampilan, dan pola pikir anak-anak Desa Bonto Jai.

Pengalaman tersebut menjadi dasar awal pembinaan kreativitas anak sejak dini, khususnya di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.

Sehingga mendukung penguatan program pemerintah di bidang ekonomi kreatif melalui penanaman nilai kreativitas, kemandirian, dan pemanfaatan potensi lokal sejak usia anak-anak.

Baca juga:
⇒ 
Tak Terbendung! Jamaluddin Jompa Sapu Bersih Pilrek Unhas 2026 

Example 468x60
Example 300250