Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Internasional

Israel Terus Gempur Gaza, Hamas Desak Trump Turun Tangan

×

Israel Terus Gempur Gaza, Hamas Desak Trump Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
warga palestina duduk di antara reruntuhan bangunan di jalur gaza dengan latar tank dan asap tebal akibat serangan militer
GAZA MEMBARA — Warga Palestina berduka di tengah reruntuhan bangunan akibat serangan militer di Jalur Gaza, dengan latar kendaraan lapis baja dan kepulan asap hitam. Situasi kemanusiaan dilaporkan terus memburuk meski gencatan senjata diumumkan. (foto/ilustrasi)

JAMLIMA.COM, INTERNASIONAL — Israel kembali menunjukkan wajah brutalnya di Jalur Gaza.

Di tengah kesepakatan gencatan senjata yang seharusnya memberi napas bagi rakyat Palestina, militer Israel justru terus menggempur, menembaki, mengepung, dan membatasi bantuan kemanusiaan.

Pada Selasa (17/2/2026), Hamas mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) agar menekan Israel menghentikan pelanggaran yang terus terjadi.

Seruan itu muncul menjelang pertemuan resmi pertama dewan tersebut di Washington, Amerika Serikat.

Faktanya, situasi di Gaza masih jauh dari kata damai. Data otoritas kesehatan Gaza mencatat lebih dari 600 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025.

Sedikitnya 1.600 lainnya luka-luka akibat tembakan artileri, senjata berat, dan serangan udara Israel. Angka ini membuktikan bahwa agresi belum benar-benar berhenti.


Baca juga: Di Tengah Ancaman Perang Iran–Amerika, Nyawa Sipil Jadi Taruhan


Perang Genosida

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, secara terbuka menyebut tindakan Israel sebagai “perang genosida”.

Ia menegaskan pembunuhan, pengusiran, pengepungan, dan kelaparan masih terus berlangsung.

Pernyataan itu disampaikan melalui rekaman video yang dikutip Al Jazeera.

Di lapangan, militer Israel terus menembaki kawasan Tuffah di Kota Gaza dan melepaskan tembakan senapan mesin berat dari tank-tank di Khan Younis.

Kapal perang Angkatan Laut Israel bahkan menembaki nelayan di lepas pantai Gaza dan menahan dua warga Palestina.

Di darat, pembongkaran permukiman di wilayah utara dan selatan Gaza terus dilakukan.

Tak hanya serangan fisik, Israel juga memperketat blokade. Bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa dibatasi.

Ribuan warga sakit dan terluka terhambat keluar Gaza untuk berobat.

Juru bicara Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stephane Dujarric, mengungkapkan kurang dari 60 persen pengiriman bantuan penting dari Mesir diizinkan masuk ke Gaza.

Artinya, penderitaan sipil dibiarkan berlarut.

Board of Peace yang diluncurkan di Forum Ekonomi Dunia Davos Januari lalu semula dirancang mengawasi gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza.

Namun hingga kini, rakyat Palestina belum merasakan dampak nyata dari inisiatif itu.

Hamas bahkan memperingatkan agar dewan tersebut tidak dijadikan kedok untuk memperpanjang perang dan menghambat rekonstruksi. (dikutip dari berbagai sumber)


Example 468x60
Example 300250