JAMLIMA.COM, NASIONAL — Kehadiran Syaikh Imam asal Palestina yang disambut Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sulawesi Selatan pada Selasa, 17 Februari 2026, bukan sekadar agenda seremonial Safari Ramadhan 1447 Hijriah.
Kunjungan Imam Palestina selama kurang lebih 10 hari di bulan suci Ramadhan itu menghadirkan suara langsung dari wilayah konflik kepada masyarakat Sulawesi Selatan.
BMH Sulsel bersama Yayasan KITA menggerakkan agenda ceramah, imam shalat, serta penyampaian kabar kemanusiaan di empat daerah: Makassar, Maros, Gowa, dan Luwu Timur. Program ini langsung menyentuh jamaah masjid dan majelis taklim.
Manfaat paling nyata ialah edukasi berbasis kesaksian langsung. Jamaah tidak lagi sekadar membaca berita, tetapi mendengar sendiri tantangan kemanusiaan, kondisi masyarakat terdampak, hingga harapan rakyat Palestina.
Fakta lapangan yang disampaikan Syaikh membangun kesadaran kolektif bahwa konflik tersebut adalah isu kemanusiaan global.
Baca juga: Kejam!, Dua Bocah Palestina Tewas Diserang Drone Israel
Edukasi Dan Empati
Safari Ramadhan ini mengubah empati menjadi aksi. Antusiasme masyarakat Sulsel terlihat dari penguatan komitmen melalui doa, edukasi, dan donasi kemanusiaan.
Syaikh secara terbuka mengapresiasi kontribusi masyarakat Indonesia melalui BMH yang terus mengalir membantu warga Palestina.
Secara spiritual, kehadiran Imam Palestina menegaskan ukhuwah lintas negara. Ia mengingatkan bahwa penderitaan satu bagian umat menjadi tanggung jawab bersama.
Pesan ini memperkuat nilai persatuan umat di bulan Ramadhan.
Secara sosial, diskusi, kajian, dan gerakan solidaritas lahir lebih terarah.
Masyarakat tidak lagi memandang Palestina semata sebagai isu politik, tetapi sebagai panggilan kemanusiaan yang membutuhkan konsistensi dukungan.
Safari Ramadhan 1447 H ini menjadi jembatan silaturahmi Indonesia–Palestina sekaligus sarana edukasi publik.
Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa solidaritas tidak berhenti pada simpati, melainkan bergerak dalam aksi nyata.
Baca juga: Israel Terus Gempur Gaza, Hamas Desak Trump Turun Tangan
Imam Palestina Perkuat Peran Strategis Indonesia
Apresiasi Dan Kolaborasi
Syaikh Naim Abu Shandi tiba di Jakarta sebelum melanjutkan agenda ke Makassar dalam rangka Ramadhan 1447 H.
Dalam Konferensi Pers Ramadhan BMH bertema “Ramadhan Bahagia dengan Berzakat” di Jakarta Selatan (16/2/2026), ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Laznas Baitul Maal Hidayatullah.
Ia menegaskan BMH konsisten membantu muslim Palestina, baik di Gaza maupun pengungsian di beberapa negara.
Bantuan itu mencakup kebutuhan dasar, pendidikan, tenda-tenda, hingga sumber air bersih. Pernyataan ini memperlihatkan data konkret kontribusi Indonesia dalam isu kemanusiaan global.
Dalam kesempatan tersebut hadir tokoh literasi Indonesia Kang Maman serta jurnalis senior MNC Group, Bang Gaib, yang juga donatur BMH.
Kehadiran berbagai elemen publik memperkuat pesan kolaborasi lintas sektor.
Baca juga: Anis Matta Tegaskan Dukungan Indonesia kepada Palestina Konsisten Sejak Era Soekarno
Zakat Jadi Kekuatan
Syaikh Naim menegaskan kedatangannya bersama BMH dan Yayasan KITA sebagai wujud silaturahmi mempererat persaudaraan Indonesia–Palestina.
Ia berharap kegiatan serupa berlangsung rutin untuk menjaga komitmen membantu rakyat Palestina.
Dirut BMH, Supendi, menambahkan bahwa Ramadhan menjadi momentum memperkuat zakat, infak, dan sedekah agar menjelma bantuan nyata bagi warga Palestina, baik di Gaza maupun di pengungsian.
Manfaat kehadiran Imam Palestina di Indonesia jelas: memperkuat legitimasi moral gerakan kemanusiaan, menggerakkan zakat secara terorganisir, serta menegaskan posisi strategis umat Islam Indonesia dalam menjaga pendidikan generasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga Palestina.
Momentum Ramadhan 1447 H membuktikan bahwa solidaritas Indonesia bukan retorika.
Kehadiran Imam Palestina mempertegas arah gerakan: konsisten, terorganisir, dan berdampak nyata bagi kemanusiaan global.
Baca juga:

















