Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Internasional

Pilot AS Hilang Usai Iran Tembak Jatuh Jet Tempur, Diburu dengan Imbalan Rp960 Juta

×

Pilot AS Hilang Usai Iran Tembak Jatuh Jet Tempur, Diburu dengan Imbalan Rp960 Juta

Sebarkan artikel ini
ilustrasi puing jet tempur setelah ditembak iran operasi pencarian pilot
PUING PESAWAT — Ilustrasi puing jet tempur F-15 Strike Eagle setelah insiden penembakan. Pencarian pilot masih berlangsung di wilayah konflik. (foto/ilustrasi)

JAMLIMA.COM, INTERNASONAL — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah insiden jet tempur AS ditembak Iran di wilayah barat negara tersebut.

Peristiwa ini memicu operasi pencarian dan penyelamatan berisiko tinggi di tengah situasi lapangan yang tidak kondusif.

Iran dilaporkan menembak jatuh jet tempur jenis F-15 Strike Eagle. Namun, sejumlah laporan lain juga menyebut kemungkinan tipe berbeda seperti F-35.

Dua awak pesawat berhasil melontarkan diri.

Militer AS telah menemukan satu pilot dan kini memberikan penanganan medis. Sementara itu, satu kru lainnya masih hilang dan diduga berada di wilayah Iran.


Baca juga: Trump Klaim Tenggelamkan 9 Kapal Iran, Teknologi AI Disorot


Operasi Pencarian di Wilayah Berisiko Tinggi

Militer AS mengerahkan helikopter Black Hawk untuk menjalankan misi evakuasi.

Namun, pasukan Iran menembaki helikopter tersebut saat proses pencarian berlangsung.

Kondisi ini menunjukkan tingginya risiko dalam operasi penyelamatan di wilayah konflik aktif.

Selain itu, ketegangan meningkat setelah otoritas Iran mengumumkan sayembara kepada warga sipil.

Melalui siaran televisi, warga di Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad meminta untuk menemukan pilot yang hilang.

Iran menawarkan hadiah sebesar US$60.000 atau sekitar Rp960 juta bagi siapa saja yang berhasil menangkap pilot tersebut dalam kondisi hidup.

Kebijakan ini kemudian memicu kekhawatiran serius akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan militer antara kedua pihak.

Sejumlah media internasional, termasuk The New York Times, Wall Street Journal, Axios, dan Reuters, mengutip pejabat AS dan Israel yang mengonfirmasi insiden tersebut.

Namun, hingga kini Komando Pusat AS (CENTCOM) belum memberikan pernyataan resmi terkait detail kejadian.

Selain itu, insiden lain juga terjadi di wilayah Teluk Persia. Sistem pertahanan Iran melaporkan telah menembak pesawat A-10 Warthog milik AS.

Namun, pilot berhasil mengarahkan pesawat ke wilayah udara Kuwait sebelum melontarkan diri.

Situasi ini terus berkembang dan berpotensi memicu ketegangan lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa insiden ini tidak akan mengubah posisi Amerika Serikat.

“Tidak, ini perang. Kita sedang dalam perang,” ujarnya.

Sementara itu, Iran menolak usulan gencatan senjata sementara. Iran menegaskan hanya akan menerima penghentian konflik secara permanen sesuai syarat yang mereka tetapkan.

F-15E adalah pesawat tempur dwifungsi yang rancangannya untuk melakukan misi udara-ke-udara dan udara-ke-darat.

Jenis pesawat ini menunjukkan kesiapan Komando Pusat Angkatan Udara AS untuk mempertahankan dan mencegah potensi agresi


Example 468x60
Example 300250