Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Nasional

Jusuf Kalla Desak Pemerintah Segera Tangani Kapal Pertamina Tertahan Selat Hormuz

×

Jusuf Kalla Desak Pemerintah Segera Tangani Kapal Pertamina Tertahan Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini
jusuf kalla meminta pemerintah menangani dua kapal pertamina yang tertahan di selat hormuz
KAPAL PERTAMINA — Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla meminta pemerintah aktif menangani dua kapal Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz, yakni Pertamina Pride dan Gamsunori. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, JAKARTA — Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah aktif untuk menangani dua kapal tanker milik Pertamina yang masih tertahan di kawasan Selat Hormuz.

Jusuf Kalla menyampaikan sikap tersebut kepada wartawan di kediamannya di Jakarta Selatan, Minggu (15/3/2026). Ia menilai pemerintah harus memimpin penanganan persoalan tersebut karena menyangkut hubungan antarnegara.

“Kalau soal itu, lebih baik ditanya ke pemerintah. Kami di sini tidak berbicara tentang situasi itu, tapi tentu terkait dengan pemerintah,” ujar Kalla.


Baca juga:  PMI dan Jusuf Kalla Percepat Pemulihan Pasca Banjir Padang dengan Borong Peralatan Kebersihan


Langkah Diplomasi Pemerintah

Kalla menjelaskan, Ia dapat berkomunikasi atau berkonsultasi dengan pihak Iran. Namun, ia menegaskan pemerintah tetap harus mengambil peran utama dalam penyelesaian masalah tersebut.

“Walaupun tentunya saya bisa berkonsultasi, berbicara dengan pihak Iran, tapi ada batasnya juga. Harus pemerintah lebih aktif,” katanya.

Saat ini, dua kapal tanker milik Pertamina masih berada di perairan Selat Hormuz. Kedua kapal tersebut adalah Pertamina Pride dan Gamsunori.

Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak berharap pemerintah Indonesia segera menempuh jalur diplomatik agar persoalan dapat terselesaikan.

“Harus juga pemerintah memberikan keberatan dan juga dukungan kemanusiaan di Iran. Saya kira pemerintah Iran akan menerima apabila kita berada di situ,” lanjutnya.

Karena itu, pemerintah diharapkan segera melakukan komunikasi diplomatik dengan pihak terkait agar kedua kapal tersebut dapat kembali beroperasi dengan aman.


Example 468x60
Example 300250