Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Daerah

Bupati Husniah Talenrang Percepat Pemberdayaan lewat Rumah Produktif Hati Damai

×

Bupati Husniah Talenrang Percepat Pemberdayaan lewat Rumah Produktif Hati Damai

Sebarkan artikel ini
Bupati Husniah Talenrang meluncurkan Rumah Produktif Hati Damai di Gowa
HATI DAMAI - Bupati Gowa Husniah Talenrang saat meluncurkan Rumah Produktif Hati Damai di Desa Belabori, Kecamatan Parangloe. (foto/ist)

JAMLIMA.COM — Pemerintah Kabupaten Gowa terus mempercepat pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, Pemkab Gowa meluncurkan Rumah Produktif Hati Damai, Trans Farm Gowa, dan Hati Damai Bootcamp Angkatan I. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Belabori, Kecamatan Parangloe, Selasa (23/12).

Melalui langkah ini, Pemkab Gowa menyatukan ketiga program dalam satu ekosistem. Dengan demikian, pemerintah menjawab persoalan ekonomi warga. Selain itu, program ini menargetkan penguatan ketahanan pangan dan kesiapan generasi muda.

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mengatakan Rumah Produktif Hati Damai berperan sebagai pusat inkubasi UMKM. Secara khusus, fasilitas ini menyediakan ruang produksi dan pendampingan usaha. Di sisi lain, Pemkab Gowa membuka akses teknologi dan pemasaran.

“Rumah Produktif ini lahir dari aspirasi masyarakat. Karena itu, saya mendengarnya langsung di desa dan pasar. Harapannya, UMKM memiliki ruang belajar yang nyata. Pada akhirnya, kemandirian ekonomi dapat tumbuh dari bawah,” kata Husniah.

Sementara itu, Pemkab Gowa mengembangkan Trans Farm Gowa untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Lewat program ini, pemerintah mengoptimalkan pertanian dan peternakan lokal. Dengan begitu, warga memperoleh sumber pangan dan pendapatan baru.

“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan. Namun, kemandirian juga menjadi kunci. Jika desa mengelola pangan sendiri, maka ekonomi keluarga akan lebih kuat,” ujarnya.

Selanjutnya, Pemkab Gowa melengkapi program tersebut dengan Hati Damai Bootcamp Angkatan I. Melalui bootcamp ini, pemerintah menyasar generasi muda Gowa. Peserta memperoleh bekal kewirausahaan dan pengelolaan usaha. Tak hanya itu, pemerintah menanamkan pola pikir adaptif.

“Saya tidak ingin anak muda Gowa hanya menjadi penonton. Sebaliknya, mereka harus menjadi penggerak ekonomi. Bahkan, mereka perlu menciptakan lapangan kerja di daerahnya,” tegas Husniah.

Di sisi lain, Koordinator Pokja Trans Gowa, Ahmad Syam, menilai Rumah Produktif Hati Damai sebagai ruang kolaborasi desa. Menurutnya, program ini tumbuh dari kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, warga dan pemuda Belabori dapat terlibat langsung.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Gowa, Sabir, menyebut program ini memperkuat sumber daya manusia. Selain pelatihan, pemerintah mengaitkannya dengan produktivitas dan akses pasar. Dengan demikian, dampaknya dapat langsung dirasakan masyarakat.

“Kami menjadikan Rumah Produktif sebagai ruang peningkatan keterampilan. Selain itu, program ini menyiapkan kesiapan kerja. Akhirnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” ujarnya.

Adapun kegiatan ini, turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Andy Azis. Kemudian, hadir perwakilan Forkopimda Gowa. Tak ketinggalan, tenaga ahli Kementerian Ketenagakerjaan RI, Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Pangkep, serta para kepala SKPD dan camat lingkup Pemkab Gowa.

Example 468x60
Example 300250