Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Teknologi

WARNING: Serangan Siber Besar-besaran Mengincar Sistem Perusahaan Global

×

WARNING: Serangan Siber Besar-besaran Mengincar Sistem Perusahaan Global

Sebarkan artikel ini
tenaga keamanan siber tangani serangan siber terhadap sistem perusahaan global

JAMLIMA.COM, TEKNOLOGI — Serangan siber besar-besaran menyasar jaringan sistem perusahaan global sejak Agustus 2024.

Target serangan mencakup penyedia layanan telekomunikasi besar di Amerika Serikat. Serangan siber juga menimpa sektor penerbangan.

Pada Juli 2025, Qantas Airlines mengalami kebocoran data yang berdampak pada sekitar 5,7 juta pelanggan. Terindikasi, Grup kriminal siber ShinyHunters terlibat dalam insiden ini.

Awal 2026, perusahaan di Indonesia menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.

Risiko ini tidak hanya datang dari serangan langsung, tetapi juga dari perluasan jaringan pelaku dan serangan yang berlangsung lama tanpa terdetksi.

Ensign InfoSecurity mengungkapkan temuan tersebut dalam Laporan Lanskap Ancaman Siber 2025.

Laporan ke-6 ini disusun berdasarkan pemantauan dan intelijen internal Ensign di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.
Tercatat juga meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kejahatan siber.

Baca juga: ⇒ Tips Merawat Baterai Mobil Listrik

Peretas mengakses metadata panggilan dan pesan milik operator seperti AT&T, Verizon, Lumen Technologies, dan T-Mobile.

Akses serupa juga terjadi pada jaringan di puluhan negara lain.

Kelompok ancaman Salt Typhoon memanfaatkan celah keamanan perangkat jaringan yang tidak terproteksi.

Peneliti keamanan baru mendeteksi aktivitas tersebut setelah berlangsung berbulan-bulan.

Insiden serupa terjadi pada Korean Air Catering & Duty-Free (KC&D) pada awal November 2025.

Peretasan tersebut menyebabkan kebocoran ribuan data karyawan, termasuk nama dan nomor rekening bank.

Pakar keamanan siber mencatat peningkatan intensitas serangan global.

Mereka mengidentifikasi pola serangan seperti AI-driven attack, phishing tingkat lanjut, dan eksploitasi celah sistem.

Saat ini, otoritas dan tim keamanan siber lintas negara melakukan koordinasi.

Mereka memperkuat pertahanan jaringan untuk menekan risiko serangan lanjutan.

Baca juga:Baterai Silicon-Carbon Meluas, Kapasitas 6.000 mAh di Ponsel Tipis

Example 468x60
Example 300250