Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Internasional

Inflasi Meningkat, Warga AS Tuntut Trump Fokus Urus Perbaikan Ekonomi

×

Inflasi Meningkat, Warga AS Tuntut Trump Fokus Urus Perbaikan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
(foto/marco zuppone)

JAMLIMA.COM, INTERNASIONAL — Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan perjalanan ke Pennsylvania pada Selasa (10/12/2025) untuk meredam meningkatnya kemarahan warga terkait biaya hidup.

Dalam kunjungan tersebut, Trump kembali berkampanye dengan menegaskan bahwa pemerintahannya memangkas inflasi. Ia menolak tudingan kenaikan inflasi dan menyebut narasi tersebut sebagai kebohongan Partai Demokrat.

Namun, jajak pendapat terbaru menunjukkan tingkat persetujuan publik terhadap kinerja ekonomi Trump terus menurun. Kritik juga datang dari basis pendukungnya di gerakan MAGA yang meminta Trump lebih fokus pada persoalan ekonomi domestik.

Tekanan Biaya Hidup dan Dukungan Politik

“Presiden akan membahas bagaimana dia dan pemerintah terus fokus mewujudkan prioritas utamanya untuk mengakhiri krisis inflasi Joe Biden,” kata seorang pejabat Gedung Putih kepada AFP, Rabu (10/12/2025).

Trump dijadwalkan berbicara di resor Mount Airy Casino, kawasan Pocono, Pennsylvania.

Sementara itu, Partai Republik menegaskan harga kebutuhan pokok seperti daging sapi, telur, dan kopi di Amerika Serikat sedang turun. Mereka juga mengklaim memperbaiki kondisi ekonomi yang, menurut mereka, ditinggalkan pemerintahan Joe Biden.

“Partai Demokrat menyebabkan masalah keterjangkauan, dan kami sedang memperbaikinya,” ujar pernyataan Partai Republik.

Meski demikian, dukungan terhadap Trump mencapai titik terendah sejak ia kembali menjabat pada Januari, terutama terkait isu biaya hidup. Banyak warga Amerika menyalahkan kebijakan tarif impor Trump sebagai pemicu tekanan ekonomi. Data terbaru mencatat inflasi AS naik menjadi 2,8 persen (yoy) pada September.

Pennsylvania tetap menjadi wilayah kunci dalam peta politik Trump menuju Gedung Putih. Ia menang tipis di negara bagian tersebut pada 2016 dan 2024, namun kalah tipis pada Pilpres 2020.

Sebelumnya, Trump mengumumkan paket bantuan US$12 miliar untuk petani AS.
“Kami mencintai para petani kami, dan seperti yang Anda tahu para petani menyukai saya,” kata Trump di Gedung Putih. (*)

Example 468x60
Example 300250