Scroll untuk baca artikel
Internasional

Dua Siswi Bantaeng Raih Emas dan Penghargaan Dunia

×

Dua Siswi Bantaeng Raih Emas dan Penghargaan Dunia

Sebarkan artikel ini
bupati bantaeng m fathul fauzy nurdin menyerahkan penghargaan kepada dua siswi sman 1 bantaeng di rumah jabatan bupati bantaeng
PRESTASI — Bupati Bantaeng M. Fathul Fauzy Nurdin menyerahkan penghargaan kepada dua siswi SMAN 1 Bantaeng di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Rabu, (18/2/2026). Keduanya meraih medali emas ajang internasional di Thailand. (foto/ist)

JAMLIMA.COM, BANTAENG — Dua siswi SMAN 1 Kabupaten Bantaeng mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas dan Special Award pada ajang internasional di Bangkok, Thailand.

Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menjamu Zakiyah Mardani Ratu dan Maraya Rachma Sharlis di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Rabu, (18/2/2026).

Kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin itu menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi.

“Apresiasi kepada adik kita Zakiyah dan Maraya yang telah mengharumkan nama Bantaeng ke kancah internasional. Ini kebanggan buat kita,” kata Uji Nurdin.


Baca juga: Usai 45 Hari Mengabdi, Bupati Bantaeng Lepas 194 KKN Unhas



Prestasi Internasional Membanggakan

Zakiyah Mardani Ratu dan Maraya Rachma Sharlis tampil sebagai delegasi Indonesia pada ajang World Youth STEM Invention & Innovation. Event ini berlangsung di Bangkok, Thailand, 29 Januari hingga 3 Februari 2026.

Keduanya mempresentasikan karya inovatif berjudul “Veston TB: The Potential of Soursop Leaves (Annona Muricata L) as Nonmicroplastic Tea Bags in Preventing the Risk of Cancer.”

Inovasi tersebut mengantarkan mereka meraih medali emas sebagai penghargaan tertinggi, sekaligus memperoleh Special Award for Social Impact & Humanity.

Kepala SMAN 1 Bantaeng, Dr Wahid Hidayat, menjelaskan karya itu mengangkat pemanfaatan daun sirsak sebagai kantong teh ramah lingkungan.

“Inovasi ini, mengangkat pemanfaatan daun sirsak sebagai kantong teh ramah lingkungan nonmikroplastik yang memiliki potensi manfaat kesehatan, khususnya dalam membantu pencegahan risiko kanker,” ungkapnya.

Dewan juri internasional menilai karya tersebut unggul karena memadukan aspek sains, kesehatan, lingkungan, serta dampak sosial dan kemanusiaan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemrov Sulsel serta bapak Bupati Bantaeng beserta jajaran, atas dukungan berkelanjutan terhadap pembinaan prestasi siswa di tingkat nasional dan internasional,” pungkasnya.


Baca juga: