Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Lokal

Wali Kota Makassar Luncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar Untuk Sekolah

×

Wali Kota Makassar Luncurkan Kamus Digital Bahasa Makassar Untuk Sekolah

Sebarkan artikel ini

JAMLIMA.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin resmi meluncurkan Program Kamus Masuk Sekolah versi Kamus Digital Bahasa Makassar di Museum Kota Makassar, Jalan Balai Kota, Selasa (24/02/2026).

Peluncuran ini memperkuat literasi budaya dan pelestarian bahasa daerah di lingkungan pendidikan.

Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, menegaskan Pemerintah Kota Makassar berkomitmen menjaga identitas budaya melalui penguatan bahasa daerah berbasis digital.

Ia menyebut program tersebut sebagai langkah konkret di era teknologi sekaligus bagian dari peringatan Hari Ibu Internasional 2026.

“Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing. Ini yang kadang terbalik. Anak-anak sekarang justru dipaksa bahasa asing sejak dini, sementara bahasa ibunya perlahan ditinggalkan,” ujarnya.


Baca juga: Pemkab Sidrap Siap Jadikan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Utama di Ruang Publik


Penguatan Literasi Daerah

Peluncuran mengusung tema “Peran Generasi Muda dalam Membentuk Masa Depan Pendidikan Multibahasa”.

Dinas Pendidikan Kota Makassar berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan dan BasaIbuWiki/Sulsel dalam menjalankan program ini.

Munafri bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, memukul gong sebagai tanda program ini mulia berjalan.

Keduanya juga menandatangani nota kesepahaman (MoU). Hafidz bertindak sebagai Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, sementara Munafri mewakili Pemerintah Kota Makassar.

“Hampir kita kehilangan identitas diri karena banyak yang malu memakai bahasa Makassar. Padahal ini adalah jati diri kita,” tegasnya.

Pemerintah Kota Makassar mendorong sekolah negeri dan swasta memperkuat pembelajaran bahasa daerah.

Munafri mencontohkan diksi bahasa Makassar seperti kelo, pappasang, sinrilik, dan royo yang menyimpan nilai budaya serta filosofi tinggi dan tidak dapat terpahami tanpa penguasaan bahasa.

Kamus digital hadir sebagai solusi adaptif di tengah perkembangan teknologi.

Platform ini memudahkan pelajar memahami makna dan penggunaan Bahasa Makassar secara praktis dan lebih luas.

Fenomena generasi muda yang mulai enggan menggunakan Bahasa Makassar dalam percakapan sehari-hari menjadi perhatian serius.

Kondisi tersebut berpotensi mengikis identitas budaya masyarakat jika tidak sikap antisipasi sejak dini.

Munafri meminta Dinas Pendidikan Kota Makassar mengimplementasikan program ini secara masif di satuan pendidikan.

Ia menegaskan kamus digital tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi pihak sekolah harus digunakan di sekolah dan dipelajari peserta didik, agar bahasa daerah tetap terjaga sebagai warisan budaya.

Hadir pada kegiatan ini Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Ganjar Harimansyah, serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum.


Baca juga:

Example 468x60
Example 300250